Kecewa dengan Janji, Pemda Warga Blokir Jalan – Palu Ekspres
Daerah

Kecewa dengan Janji, Pemda Warga Blokir Jalan

BLOKIR- Warga Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), memblokir jalan yang menghubungkan Desa Bamabalemo Kecamatan Parigi dengan Desa Jono Kalora dengan menanam pohon pisang di badan jalan. foto ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO – Warga Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo),  memblokir jalan yang menghubungkan Desa Bamabalemo Kecamatan Parigi dengan Desa Jono Kalora.

Minsan, salah seorang warga yang turut pada aksi tersebut, mengatakan, jalan tersebut  baru saja dibuka oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Pemda Parimo) beberapa waktu lalu.

Saat itu, katanya, berdasarkan hasil musyawarah Pemerintah Daerah melalui Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) bersama warga desa tersebut,  menjanjikan kepada warga bahwa pada bulan tiga tahun 2017 ini akan melunasi semua harga tanah yang telah dibebaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan.  Sehingga masyarakat saat itu menyetujuinya   untuk kepentingan bersama.

Ternyata hingga saat ini, Pemda juga belum membayar lahan yang telah dibebaskan tersebut, membuat para pemilik lahan bersepakat untuk sementara memblokir jalan ini.

“Kalau memang lokasi tersebut belum dibebaskan, kami masih bisa menikmati hasil dari tanaman kami, karena di loksasi ini ada ribuan pohon tanaman yang kami tanam sangat mmenunjang kebutuhan hidup kami seperti, Durian, Kelapa, Kakao, dan lain sebagainya,” ujar  Minsan pada saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi pemblokiran jalan, Rabu (24/5).

Apalagi kata dia, dengan harga kelapa dan durian saat ini melonjak harganya di pasaran, tapi kalau kondisinya seperti ini, dia hanya mengaku pasrah.

“Kami sampe kase jalan ini lalu dikerja karena dibilang sudah ada anggaranya dan akan dibayar bulan tiga, tetapi sampe hari ini tidak ada berarti kalau sudah dikerja begini otomatis sudah ada anggaranya, nah kenapa belum di bayar,’’keluhnya.

Ia menambahkan, Pemda dan warga bersepakat terkait harga pembebasan lahan pembangunan jalan sepanjang 950 meter tesebut senilai Rp25.000 per meter yang akan dibayarkan kepada 16 orang pemilik lahan. Dan, sampai saat ini, kesepakatan itu belum terealisasi. Padahal, Pemerintah Desa Jono Kalora sudah beberapa kali bertemu dengan pihak Tapem.  Harapannya agar Pemda Parimo khususnya pihak Tapem bisa secepatnya menyelesaikan persoalan pembebasan lahan pembangunan jalan ini.

“Kalau belum diselesaikan pembayarannya, jalan ini kami akan tetap memblokir seperti ini dan kami tetap menunggu kepastian dari Pemda Parimo, apabila sudah selesaikan pembayaranya maka kami dari pemilik lahan akan membuka kembali blockade jalan ini,” tegasnya mewakili pemilik lahan.

(mg4/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!