Kasus UKT, Dua Mahasiswa Untad Segera Diaktifkan Kembali – Palu Ekspres
Pendidikan

Kasus UKT, Dua Mahasiswa Untad Segera Diaktifkan Kembali

PALU EKSPRES, PALU – Dua mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), yang sempat ditolak pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018, akan segera diusulkan kepada Rektor Untad, untuk dapat diaktifkan kembali.

Kedua mahasiswa tersebut, adalah Mahfudz Mahdang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Rusiamin Rahmad Supriyadi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Pengusulan pengaktifan kembali kedua mahasiswa tersebut, diajukan langsung oleh Dekan FKIP Untad, Dr. Lukman Nadjamuddin, dan Dekan FMIPA Untad, Dr. Rusydi. Sebelumnya, kedua mahasiswa tersebut ditolak UKT-nya, karena dianggap menyikapi dinamika yang ada di kampus, di luar kewenangan yang dimilikinya.

Pengajuan pengaktifan kembali diajukan oleh kedua Dekan, karena kedua mahasiswa yang bersangkutan, telah menghadap langsung kepada Dekannya masing-masing.

“Mahfudz Mahdang menghadap langsung kepada saya, dan mengakui perbuatannya itu keliru. Dia juga telah berjanji, untuk tidak mengulangi perbuatan itu, dan memohon maaf atas kekeliruan yang telah dilakukannya. Ia juga akan selalu berkoordinasi dengan kami, sebagai pimpinan FKIP jika ada hal yang akan dilakukan. Saya dalam waktu dekat ini, akan mengusulkan kepada pihak Rektorat untuk mengaktifkan kembali status mahasiswa kami itu,” ujar Dekan FKIP Dr. Lukman Nadjamuddin, melalui rilis Humas Untad, Jumat 6 Oktober 2017.

Dekan FKIP dan Dekan FMIPA, sepakat menilai bahwa penyesalan kedua mahasiswa tersebut, patut diapresiasi. Apalagi sebagai generasi muda, keduanya harus diberi ruang, karena sudah menyadari kekhilafan yang sebelumnya dilakukan.

“Saya dan Pak Dekan FKIP, akan mengusulkan kepada pihak rektorat, untuk mempertimbangkan pengaktifan kembali status kedua mahasiswa pada semester berjalan ini,” imbuh Dr. Rusydi.

Rektor Untad, Prof Dr Ir Muh Basir Cyio, saat ditanyai mengenai rencana kedua Dekan menyampaikan, pihaknya tinggal menunggu sikap dari pimpinan fakultas. Bila memang pimpinan fakultas sudah mengusulkan dan bersangkutan menyadari kekhilafannya, maka pihak rektorat juga akan segera mengaktifkan kembali.

“Mereka ini juga anak kita semua. Jika memang mengakui kekhilafan dan telah diusulkan untuk diaktifkan, pihak Rektorat akan langsung mengaktifkan. Selain itu, selaku Rektor saya juga menghimbau kepada mahasiswa lain untuk fokus belajar, karena orang tua di kampung sangat mengharapkan keberhasilan. Menjadi aktivis itu tidak dilarang, tetapi di kampus mana pun di Indonesia, harus ditaati aturan yang berlaku. Artinya, jika ada yang merasa aturan di Untad inii tidak sesuai dengan kebebasan yang diinginkan, terbuka peluang pindah ke perguruan tinggi lain. Dan itu adalah hak setiap orang,” jelas Rektor.

(*/abr)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!