Kadis Sosial Tolitoli Diduga Terlibat Kasus Jual Beli Tanah – Palu Ekspres
Daerah

Kadis Sosial Tolitoli Diduga Terlibat Kasus Jual Beli Tanah

Rustam Efendi. SH

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tolotoli doduga terlibat dalam kasus jual beli tanah yang kini disengketakan. Saat ini, berkas perkara kasus tersebut sudah masuk ke Kejaksaan setempat.

Sejauh ini, kasus pemalsuan surat tanah di Desa Bajugan Kecamatan Galang Tolitoli ini telah menetapkan tiga tersangka yakni Kepala Desa Bajugan, Surianto dan dua orang selaku pembeli yakni Yakob dan Toni.

Kasusnya sudah tahap penyidikan dan telah dilimpah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli. Kapolsek Galang. IPTU. Edwin di konfirmasi Palu Ekspres senin (8/1), membenarkan perkara pemalsuan surat tanah yang ditangani penyidik telah dilimpahkan ke Kejari Tolitoli atau P21.

“Berkas perkaranya sudah P21, tinggal menunggu petunjuk Kejaksaan, baru berkas tahap duanya dilimpahkan,” jawabnya singkat.

Ditanya apakah kasus ini melibatkan Kepala Dinas ( Kadis) Sosial Tolitoli, Indar Dg Silasa, Kapolsek tidak menampik. I a mengatakan pada saat penyidikan nama Kadis disebut-sebut saat pemeriksaan saksi-saksi selaku penjual.

“Memang saat peleriksaan saksi, nama kadis sosial di sebut-sebut,” bebernya.

Di tempat terpisah, Rustam Efendi. SH selaku Jaksa yang yang menangani kasus tersebut membenarkan berkas perkara pemalsuan surat tanah yang ditangani Polsek Galang sudah tahap P21 dan telah dilimpah ke Kejari Tolitoli.

Kasus ini kata Rustam Efendi, bermula saat pemilik lokasi Jery Umbas selaku pemilik tanah mengetahui kalau tanahnya telah didiperjualbelikan kepada Yakob dengan Toni oleh sang Kadis, yang mengaku sebagai pemilik lokasi.

Ia mengaku di hadapan Kepala Desa Bajugan, Surianto dengan harga jual sebesar Rp15 juta.

“Yang laporkan kasus ini pemilik lokasi Jery Umbas. Laporannya dilengkapi dengan surat tanah sejak tahun 2002. Kemudian Kadis Sosial mengaku bahwa lokasi itu miliknya, namun tidak miliki surat tanah. Ia hanya mengatakan lokasi itu peninggalan dari neneknya, maka terjadilah penjualan yang transaksinya di rumah Kades Bajugan, antara pemilik dengan dan pembeli Yakob dan Tony dan di buatkan Surat Keterangan Penguasaan Tanah ( SKPT) oleh Kades,” Jelas Rustam.

Ditanya kenapa hanya tiga orang yang dijadikan tersangka, menurut Rustam akan dikembangkan jika perkaranya sudah pada tahap persidangan. “Iya, nanti kita tunggu persidangan dan akan kami kembangkan jika masih ada yang akan dijadikan tersangka, karena ini ada keterkaitan Kadis Sosial selaku penjual lokasi,” ungkapnya.

(Mg6/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!