Jumlah Penganggur di Sulteng Bertambah – Palu Ekspres
Ekonomi

Jumlah Penganggur di Sulteng Bertambah

PALU EKSPRES, PALU – Jumlah pengangguran di Sulawesi Tengah pada Februari 2018 sebanyak 50.082 orang atau mengalami kenaikan sekitar 3,7 ribu orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Disisi lain, jumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 1.570.386 orang, juga mengalami kenaikan 13,2 ribu orang dibanding Februari 2017. “Sementara penduduk yang bekerja pada Agustus 2018 sebanyak 1.520.304 orang, naik 9,5 ribu orang dibanding keadaan setahun yang lalu,” kata Kepala BPS Sulteng Ir Faisal Anwar, Senin (7/5), di kantor BPS Sulteng.

Faisal yang diampingi Kabid Nerwilis, Sukadana Sufii dan Kabid Statistik Sosial Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Februari 2017. TPAK pada Februari 2018 tercatat sebesar 73, 28 persen, turun 0,59 persen poin dibanding setahun yang lalu. Penurunan TPAK memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja.

Sementara itu, Kabid Statistik Sosial Moh Wahyu Yulianto menjelaskan mengenai tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang terjadi di Sulteng. Wahyu terlebih dahulu menjelaskan mengenai pengertian Tingkat Pengangguran Terbuka. Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka itu adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

Untuk Sulteng, pemerintah daerah tampaknya cukup berhasil menekan tingkat pengangguran, ditunjukkan oleh TPT yang bergerak turun dari Agustus 2017 ke Februari 2018. Jika dibandingkan dengan setahun yang lalu, TPT mengalami kenaikan namun tidak cukup signifikan.

Hal ini lebih karena bertambahnya angkatan kerja yang masih mencari pekerjaan, sehingga menaikkan TPT Provinsi Sulawesi Tengah.

Wahyu merinci, TPT di daerah perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan TPT di perdesaan. Pada Februari 2018, TPT di perkotaan sebesar 4,49 persen, sedangkan TPT di perdesaan sebesar 2,65 persen. Dibandingkan setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka baik di perkotaan maupun di perdesaan, yaitu TPT di perkotaan turun sebesar 2,02 persen poin, dan TPT di perdesaan turun sebesar 0,05 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2018 lanjutnya, TPT untuk Diploma I/II/III paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain yaitu, 5,97 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 5,62 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang lebih terutama pada tingkat pendidikan diploma I/II/III dan SMA.

“Mereka yang berpendidikan rendah, cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,10 persen,” ujarnya. Dibandingkan kondisi setahun yang lalu kata Wahyu, TPT mengalami penurunan hampir disemua jenjang pendidikan, kecuali pada tingkat pendidikan diploma I/II/III dan SMA.

Wahyu menambahkan, kondisi ketenagakerjaan, baik menyangkut tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja, tidak terlepas dari kinerja kategori lapangan usaha yang ada. Jumlah penduduk yang bekerja tiap ketegori lapangan usaha menunjukkan kemampuan lapangan usaha tersebut dalam menyerap tenaga kerja.

Dari 14 kategori lapangan usaha yang bisa dijelaskan pada Februari 2018 penduduk Sulawesi Tengah paling banyak bekerja pada sektor pertanian yaitu sebanyak 640.113 orang (42,10 persen), disusul oleh Perdagangan besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 218.628 orang (14, 38 persen) dan Industri Pengolahan 141.144 (9,28 persen).

(fit/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!