Iqbal Akui Pernah Dihidupi Ayah Pasha Ungu, Jadi… – Palu Ekspres
Palu

Iqbal Akui Pernah Dihidupi Ayah Pasha Ungu, Jadi…

LANGSUNG BERUBAH - Ketua DPR Palu Iqbal Andi Magga dan Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said (Pasha) foto bersama usai memberikan keterangan pers terkait polemik kembalinya Pasha bermain musik, Rabu 5 April 2017 di ruang ketua DPR Palu. Foto HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU – Ketua DPR Palu Iqbal Andi Magga akhirnya berkesempatan duduk bersama Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (5/4) di ruang kerja ketua DPR Palu.

Dalam kesempatan itu Iqbal Andi Magga tampaknya menarik pernyataan terkait kinerja Wakil Walikota Palu yang dianggap melanggar ketentuan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Khususnya mengenai penafsiran Pasal 76 huruf (C) yang menyebut larangan menjadi pengurus perusahaan atau yayasan baik milik negara maupun swasta. Sebagaimana sorotannya kepada Pasha yang ia nilai tidak profesional karena kembali nyambi dalam sebuah industri musik.

Menurutnya, batasan pasal tersebut ternyata hanya berlaku pada jajaran direksi atau komisaris. Sedangkan Pasha jelasnya tidak dalam posisi itu.

“Ini sudah kami konsultasikan pada Kemendagri. Ternyata ada ruang di situ bagi pejabat yang ingin menyalurkan kreasinya,”jelas Iqbal kepada wartawan.

Demikian halnya soal kinerja Pasha sebagai wakil walikota. Berhasil tidaknya Pasha menunaikan tugas dan fungsi menurutnya baru bisa diketahui secara umum dalam laporan keterangan pertanggung jawaban walikota (LKPj).

LKPJ 2016 saat ini menurutnya sedang dievaluasi di tingkat Pansus. Setelah itu akan ada tanggapan walikota atas hasil Pansus. Rencananya kata dia, tanggapan itu akan diparipurnakan pada Jumat pekan ini.

“Baru kita bisa nilai disitu. Artinya jika semua hasil evaluasi pansus itu mampu dijelaskan secara detail. Maka urusan ini selesai. Selanjutnya akan disampaikan kepada BPK untuk pemberian opini,”jelasnya.

Ditanya soal isu perseteruan pribadi, Iqbal membantahnya. Dia mengaku tidak punya masalah pribadi yang mendasari kritikannya.

“Tidak mungkinlah saya punya masalah pribadi sama pak wakil. Saya ini pernah dihidupi ayahnya. Kami pernah bekerja sama dalam sebuah usaha,”akunya.

Iqbal pun akhirnya mengaku bahwa ada nilai positif ketika Pasha mengisi jadwal manggung bersama Band Ungu di luar daerah.

“Iya adalah positifnya. Paling tidak bisa mempromosikan Kota Palu,”ujarnya. Menurutnya selama kegiatan mangung itu membawa hal positif, bagi masyarakat dan pemerintah, kedepan itu tidak menjadi masalah lagi bagi dirinya. Sebaliknya jika tidak, Iqbal mengaku akan tetap memberi kritikan.

“Saya rasa wajarlah kita di DPR mengkritik jika ada kinerja yang kami nilai tidak maksimal,”tandasnya.
Ditempat sama, Pasha juga kemudian menyebut bahwa pada prinsipnya kritikan itu adalah masukan bagi dirinya.

“Kami menyadari, tapi pada intinya saya manggung itu bukan berniat meninggalkan pekerjaan dan tugas-tugas. Mungkin baru tiga atau empat kali juga saya ikut manggung dalam setahun ini. Hanya mungkin saat itu juga pak ketua baru melihatnya,” Pasha berseloroh.

DPRD menurutya memang wajib mengawal setiap langkah pemerintah maupun pejabatnya dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saya kira kritikan ini adalah bentuk komunikasi DPR dan Pemkot Palu khususnya saya pribadi,”jelasnya.

Usai memberikan keterangan pers keduanya langsung foto bersama sambil berpelukan. Pasha kemudian mewakili walikota untuk memberikan tanggapan atas persetujuan DPR Palu terkait Ranperda pemberian nama jalan, bangunan dan taman.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!