Ini Masalah, Ketika Nilai-nilai Pancasila Mulai Ditinggalkan – Palu Ekspres
Palu

Ini Masalah, Ketika Nilai-nilai Pancasila Mulai Ditinggalkan

SOSIALISASI – Anggota DPR RI, Abd. Kadir Karding (tengah), saat melakukan sosialisasi empat pilar, di aula Asrama Haji Palu, medio pekan lalu. FOTO IMAM/PE

PALU EKSPRES, PALU – Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, saat ini dinilai telah mulai ditinggalkan, dan tergerus oleh berbagai ideologi yang berasal dari luar, di antaranya paham liberalism dan sekularisme.

Hal ini menjadi bahasan materi Sosialisasi empat pilar, yang disampaikan oleh Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, di hadapan para mahasiswa dan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulteng, di aula Asrama Haji Palu, belum lama ini.

“Masalah utama bangsa ini, ialah kita mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dan juga budaya kita. Kita mulai cenderung dengan budaya luar, baik itu liberalisme maupun sekularisme,” kata Abdul Kadir.

Ia juga meyebutkan, belakangan ini, di Indonesia terjadi benturan pendapat yang kuat, tentang apakah negara ini termasuk dalam katagori negara agama atau negara secular, atau bahkan negara simbiotik (perpaduan keduanya).

“Kalau melihat proses yang ada, sepanjang sejarah kita, negara ini adalah negara simbiotik. Artinya, nilai-nilai agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dari seluruh perilaku dan kebijakan di negeri ini. Jadi, tidak boleh dipisahkan antara agama dan Negara,” jelasnya.

Olehnya, dipandang penting untuk terus melakukan sosialisasi dan internalisasi, terkait dengan Pancasila, sebagai ideologi negara yang sudah final, sebagai hasil dari ikhtiar para pejuang dahulu, yang mengorbankan diri serta energi yang besar, dalam mewujudkannya.

“Pancasila ini dinamis, sehingga dia harus dijaga dan dikelola, sebagai dasar dan ideologi Negara. Jadi, kita akan terus melakukan apa yang disebut sosialisasi dan internalisasi tentang nilai Pancasila,” sebut Abdul Kadir, yang juga Sekjend DPP PKB.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!