Ini 7 Klaim Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Longki – Palu Ekspres
Daerah

Ini 7 Klaim Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Longki

Gubernur Sulawesi Tengah menyerahkan piagam Penghargaan Perencanaan Terbaik Untuk Kabupaten dan Kota. Perencana terbaik I adalah Kabupaten Banggai. Terbaik Kedua Kota Palu dan Terbaik Ketiga Kab. Sigi dan terbaik harapan I Kab. Tojo Una Una. Foto Humas Pemprov

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengklaim sejumlah keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi selama periode jabatannya. Hal itu disampaikan pada acara Musrenbang Propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018 di Hotel Santika Palu, Kamis (29/3).

Forum yang dihadiri para pemimpin daerah di Sulteng dan pihak kementerian terkait itu mengusung tema “Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan untuk Pembangunan berkelanjutan”.

Menurut Longki, tema tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan daerah sebagaimana tercamtum didalam RPJMD propinsi sulteng tahun 2016-2021, yang diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, peningkatan daya saing daerah dan peningkatan jaringan infrastruktur.

“Kebijakan tersebut diimplementasikan melalui Visi “Sulawesi Tengah Maju, Mandiri dan Berdaya Saing,” kata Longki.

Selanjutnya, Longki memaparkan setidaknya tujuh capaian capaian kinerja pembangunan di sulawesi Tengah sampai dengan tahun 2017, yakni:

1. Pertumbuhan ekonomi propinsi sulawesi tengah tahun 2017 sebesar 7.14% dan berada diatas rata rata nasional dan pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi tertinggi sulawesi tengah 9.98% merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

2. PDRB perkapita sulteng meningkat signifikan dari Rp. 41.14 juta pada tahun 2016 menjadi Rp. 45.26 juta tahun 2017.

3.Perkembangan laju inflasi tahunan di kota palu tahun 2015 sebesar 4.17 % pada tahun 2016 berhasil ditekan hingga menjadi 1.43 % dan sementara pada tahun 2017 inflasi meningkat menjadi 4.33%.

4. Ketimpangan pemerataan pendapatan individu yang dilambangkan oleh Indeks Gini di Sulawesi Tengah mengalami penurunan yakni dari 0.347 poin pada tahun 2016 menjadi 0.345 Poin pada tahun 2017.

5. Tingkat Kemiskinan sulawesi Tengah sedikit mengalami peningkatan yakni dari 14.09 % pada tahun 2016 menjadi 14.22 % pada tahun 2017 dan hal ini menjadi perhatian untuk kerja keras dari semua pihak.

6. dari sisi ketenaga kerjaan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sulteng relatif rendah dibanding TPT Nasional TPT sulteng tahun 2017 sebesar 3.81 % sedikit meningkat dibanding tahun 2016 sebesar 3.29 %.

7. dari perspektif pembangunan pendidikan dan kesehatan yang direfleksikan sebagai keberhasilan pembangunan sosial . mengalami perbaikan IPM dari 66.76 poin tahun 2015 menjadi 67.47 tahun 2016.

8. Peringkat daya saing propinsi sulawesi tengah melalui penelitian nasional university of singapore tentang peringkat daya saing dan strategi pembangunan pada 34 propinsi di indonesia . dimana peringkat daya saing sulteng yang diukur berdasarkan 4 lingkup pengukuran elemen daya saing yaitu stabilitas ekonomi makro dimana sulteng meningkat dari peringkat 20 pada tahun 2015 menjadi peringkat 14 tahun 2016 dan pada tahun 2017 menjadi peringkat 12.

(Humas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!