Gugatan Ditolak, Golkar Desak Segera Proses Penggantian Iqbal – Palu Ekspres
Palu

Gugatan Ditolak, Golkar Desak Segera Proses Penggantian Iqbal

KETERANGAN PERS - Ketua DPD I Golkar Sulteng, Arus A Karim didampingi pengurus memberikan keterangan pers terkait penggantian Ketua DPRD Palu, Iqbal Andi Magga, Selasa 5 September 2017 di Sekretariat Golkar Sulteng. foto HAMDI ANWAR/pe

PALU EKSPRES, PALU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sulteng dan Kota Palu mendesak Walikota Palu segera melanjutkan proses pengganti antar waktu (PAW) Ketua DPRD Palu Iqbal Andi Magga sekaligus melantik Ishak Cae sebagai Ketua DPRD.

Ini menyusul terbitnya surat Mahkamah Partai Golkar (MPG) nomor B.35/MP-GOLKAR/IX/2017 tanggal 4 September 2017 prihal penarikan atau pencabutan kembali surat MPG No.B.32.MP-GOLKAR/VIII/2017 tanggal 7 Agustus 2017 tentang penundaan pelantikan Ketua DPRD Kota Palu.

Juru bicara Golkar Sulteng, Helmi Yambas menjelaskan surat itu diterbitkan setelah MPG menyatakan gugatan Iqbal Andi Magga melawan DPP, DPD I dan II dengan perkara nomor 33/PI-GOLKAR/VII/2017 tidak dapat diterima. Helmi meminta semua pihak terkait menghormati putusan dan segera menindaklanjuti segala proses PAW ketua DPRD Palu. Terlebih kata Helmi, proses PAW telah di paripurnakan dan menjadi keputusan DPRD Palu.

“Terbitnya surat itu adalah penegasan bahwa masalah internal Golkar sudah selesai. Karena itu para pihak, utamanya Walikota Palu bisa segera melanjutkan proses pelantikan ketua kepada Gubernur Sulteng,”harapnya. Ditanya soal pengajuan pembelaan (pledoi) Iqbal ke MPG atas putusan sela tersebut, Helmi menyebutnya sebagai opini. Karena menurutnya putusan MPG sifatnya final dan mengikat.

“Tapi kami tetap mempersilahkan itu. Menurut kami itu opini dan yang kami sampaikan saat ini adalah fakta yang tertuang dalam surat keputusan,”jelasnya. Terkait gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Palu yang juga ditempuh iqbal, Sekretaris DPD Golkar Sulteng, Amran Bakirnai menjelaskan proses itu tidak akan menghalangi proses politik PAW yang kini bergulir.

“Silahkan jika dia (Iqbal) menggugat ke pengadilan. Itu haknya, tapi kami tegaskan itu tidak boleh menghalangi proses politik. Karena itu dua hal yang berbeda,”jelasnya. Amran menyebut, regulasi dalam internal partai sudah diatur dalam beberapa ketentuan.

Intinya, sengketa yang terjadi dalam internal partai, itu tidak dapat diintervensi oleh proses hukum. Sementara Ketua DPD Golkar Sulteng, Arus A Karim dalam keterangan persnya membantah adanya isu pemecatan Iqbal dari Golkar dan isu PAW dari keanggotan DPRD Palu.

“Semua proses yang saat ini sedang terjadi hanya sebatas pada PAW ketua DPRD, bukan yang lain. Apalagi soal PAW Iqbal dari DPRD Palu,”kata Arus menjawab pertanyaan wartawan. Adapun putusan MPG atas perkara Nomor 33/PI-Golkar/VII/2017 yakni mengadili menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima (niet ovenkelijk verklaard).

Untuk diketahui, atas putusan sela itu, Iqbal mengaku kini telah mengajukan pembelaan ke MPG. Menurutnya, putusan sela itu tidak final. “Bukan final. jadi gugatan sy melompati satu tahapan yang namanya tahapan pembelaan diri sesuai PO 15:/DPP/GOLKAR/V/2017,”tulis Iqbal dalam sebuah percakapan WA. MPG kata Iqbal menilai gugatan masih prematur dan diperintahkan untuk memasuki tahapan pembelaan diri ke DPP Golkar yang belum dilaksanakan.

“Sy sudah buat surat pembelaan diri sesuai perintah mahkamah dan akan ajukan hari Senin,”tulisnya lagi. “Setelah ada rapat pembahasan pembelaan diri saya di DPP baru menunggu hasinya. Hasil rapat DPP itulah yang akan menentukan apakah gugatan akan dibuka kembali atau akan berakhir di rapat pledoi sy itu,”lanjut Iqbal.

Terakhir Iqbal menyebut jika hasil rapat pledoi memutuskan dirinya benar, maka gugatan tidak dilanjutkan. “Kalo DPP belum rapat dalam waktu seminggu setelah surat saya masuk maka saya di perintahkan untuk mengajukan gugatan kembali ke mahkamah partai dengan materi gugatan yang sama,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top