Gubernur Ragukan Jajanan Sekolah – Palu Ekspres
Daerah

Gubernur Ragukan Jajanan Sekolah

BUKA KANTIN SEHAT - Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik, M Arif AW Latjuba membacakan sambutan Gubernur Sulteng dalam sosialisasi gerakan pangan aman melalui kantin sehat yang digelar bersama BPOM Palu, Selasa 4 April 2017 di Palu. Foto HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menyatakan jajanan yang tersedia bagi anak di sekolahan belum aman. Dia juga meragukan kandungan gizi dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan tersedia dalam Jajanan tersebut.

Keraguan Gubernur Sulteng ini disampaikan Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Sulteng M Arif Latjuba dalam sosialisasi gerakan pangan aman melalui kantin sehat yang digelar bersama BPOM Palu, Selasa (4/4) di Palu.

Aneka jajanan yang bernilai aman plus bergizi di lingkup sekolah menurutnya masih  kurang cukup tersedia bagi anak. Padahal jelas Arif, usia sekolah merupakan usia pertumbuhan pada anak yang membutuhkan banyak nutrisi.

“Asupan gizi yang cukup akan memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak baik untuk kesehatan, kecerdasan otak, perilaku, hingga produktifitas dan prestasi belajar mereka,”jelasnya.

Asupan makanan dan minuman anak khususnya jajanan di sekolah perlu menjadi perhatian bersama. Ini juga harus menjadi fokus komunitas sekolah dalam hal ini para guru, siswa, orangtua, pedagang jajanan dan pengelola kantin sekolah.

Karena itu Arif menilai sosialisasi yang mempertemukan para stakeholder ini dapat menyamakan persepsi serta meningkatkan sinergi di lapangan guna menjalankan gerakan konsumsi pangan aman melalui kantin sehat.

Menurutnya, gerakan ini termasuk program strategis  pemerintah pusat bertema gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Tujuannya meningkatkan perlindungan hak anak dalam memperoleh pangan sehat dan aman. Serta menyediakan informasi lengkap tentang pangan yang aman di sekolah.

Kepala BPOM Palu  Safriansyah  berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi atas dukunganya serta semua pihak yang terlibat dalam program ini. Ia pun menganggap penting dan strategis acara tersebut. Menurutnya kegiatan itu dapat memberi pemahaman yang kuat kepada para guru serta melindungi anak dari segala pangan yang berbahaya bagi tubuh.

“Program Ini sangat strategis gerakan pangan aman melalui kantin sehat. Karena melalui kantin sekolah sebagian gizi anak kita disuplai,”katanya.

Sesuai penelitian dilapangan lanjut Safriansyah, 48 persen responden membeli jajanan di kantin sekolah dan jajanan di sekolah menyumbang 36 persen angka kecukupan gizi (AKG).

Namun harus disadari katanya, jajanan itu juga memiliki potensi masalah serta terjadinya penambahan bahan berbahaya yang melebihi batas aman. Termasuk bahan kontaminasi lainya berupa mikroba patogen. Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 50 fasilitator keamanan pangan sekolah se Sulteng.

(Humas Pemprov)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!