GPII Prihatin Krisis Nilai Kebangsaan pada Pemuda – Palu Ekspres
Daerah

GPII Prihatin Krisis Nilai Kebangsaan pada Pemuda

JELANG DILANTIK - Pengurus GPII Sulteng sebelum pelantikan malam tadi

PALU EKSPRES, PALU – Momentum pelantikan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) Sulawesi Tengah yang berlangsung malam tadi Jumat (25/8), menjadi ajang kontemplasi bagi aktivis organisasi berlambang Bulan Bintang ini.

Salah satunya yang menjadi sorotan adalah makin tergerusnya nilai keislaman dan kebangsaan di kalangan pemuda khususnya generasi milenial. Berbicara kepada wartawan, Ketua GPII Sulteng Arnold Alohai SH, mengatakan, telah terjadi krisis nilai keislaman dan kebangsaan terhadap pemuda sebagai tampuk pimpinan umat dan bangsa.

Hal ini sambung Arnold ditandai dengan berbagai persoalan yang menimpa pemuda dan masyarakat pada umumnya, seperti kasus narkoba, mudah berkecimpung dalam kelompok terorisme, pergaulan bebas yang dipicu oleh liberalisme dan kapitalisme yang menurutnya merusak masa depan anak bangsa.

”Krisis yang menimpa kalangan pemuda ini, membuat GPII mengambil peran utama sebagai rasa peduli dan tanggung jawab untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkap Arnold.
Lebih jauh Arnold mengatakan, dalam perjalanan panjangnya, GPII mempunyai catatan panjang yang diwarnai kicauan dan tekanan politik dan ideologi yang disodorkan oleh kelompok tertentu yang anti-Islam dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun hal ini ungkap Arnold tak memengaruhi eksistensi nilai perjuangan Gerakan Pemuda Islam Indonesia negara ini.

Menurutnya, GPII sebagai wadah perjuangan tetap istiqomah membangun kontribusi dan bersinergi dengan masyarakat, tokoh Islam demi kesejahteraan dan keutuhan kepentingan nasional. Selain itu GPII merupakan organisasi Islam kepemudaan yang didirikan oleh beberapa tokoh Islam, di antaranya oleh Muhamad Natsir, Anwar Tjokroaminoto dan K.H.A Wahid Hasjim pada 2 oktober 1945 yang kenal sebagai tokoh Islam dan tokoh bangsa sepanjang sejarah.

Selanjutnya, Arnold mengatakan, dalam konteks Sulawesi Tengah, GPII akan bersinergi dengan dengan elemen bangsa lain, untuk membangun masyarakat pemuda di daerah ini. Banyak problem keumatan yang menunggu untuk diselesaikan. Salah satunya, menggerusnya nilai-nilai kebangsaan dan moralitas di kalangan generasi muda.

”Saya kira di sini letak persoalannya. Dan untuk itu, GPII tidak mungkin jalan sendiri. Kami akan menggalang kerjasama dengan organisasi dakwah, OKP kebangsaan untuk mengentas persoalan bangsa ini,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Syuro Rusdi Mastura, GPII Sulawesi Tengah, mengatakan, sesungguhnya wajah masyarakat Islam 30 sampai 50 tahun di masa mendatang dapat dilihat atau ditentukan oleh seberapa handalnya pembinaan generasi muda Islam saat ini. Seperti apa wajah masyarakat Islam pada 30 – 50 tahun kedepan akan sangat ditentukan seperti apa kontribusi pemuda khususnya GPII Sulteng hari ini.

Pemuda katanya, merupakan pilar dari semua kebangkitan umat di dunia ini. Juga Sejarah Islam telah membuktikan bahwa pendukung-pendukung awal penyampaian risalah Islam ini oleh Rasulullah SAW, adalah para pemuda yang dengan tegar menjadi penyokong bagi penyampaian Risalah Islam. Di Negara kita sejarah telah mencatat momentum pergerakan bangsa yang telah diukir dengan peluh dan keringat kaum muda bangsa ini. ”Karena itu GPII sangat concern dengan pembinaan umat sekarang ini. Saya minta GPII tidak sekadar papan nama, tapi ada personel yang menggerakkan demi kemajuan umat,” pungkasnya.

(kia/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!