GP Ansor Siap Hadapi Kelompok Intoleran – Palu Ekspres
Nasional

GP Ansor Siap Hadapi Kelompok Intoleran

PALU EKSPRES, JAKARTA – Gerakan Pemuda (GP) Ansor bakal menjadi garda terdepan melawan kelompok radikal yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara Islam. Hal itu dikatakan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat acara Tasyakuran Harlah ke-83 Gerakan Pemuda Ansor, Jumat (5/5) malam.

Dia mengatakan, gerakan radikal harus dilawan karena negara Indonesia menganut ideologi Pancasila.
Menurutnya, ideologi Pancasila harus tetap dipertahankan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ada kelompok radikal atau intoleran yang macam-macam, pihaknya mengaku siap head to head.

“Ansor siap berhadapan dengan kelompok intoleran, kelompok ideologi impor negara lain yang masuk ke Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/5).

Tasyakuran Harlah ke-83 Gerakan Pemuda Ansor memiliki tema “Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia.” Turut hadir pada acara itu, antara lain Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Dewan Penasihat PP GP Ansor KH As’ad Said Ali, Sinta Nuriyah Wahid (Istri Gus Dur), dan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

Pria kelahiran Rembang ini mengemukakan, kesiapan GP Ansor untuk mengadang kelompok intoleran juga atas saran KH Said Aqil Siradj. Bahkan, dia juga menyinggung organisasi masyarakat (Ormas) yang dianggap intoleran. Ormas itu adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Yaqut, organisasi itu dalam waktu dekat akan mati.


“Ini saya disuruh baca pidato pakai teks, kalau tidak bisa kemana-mana bisa ngomong bubarin HTI. Tenang saja tidak lama lagi HTI akan almarhum,” katanya.

Dia mengatakan, tak ingin Indonesia hancur gara-gara kelompok radikal. Sebagai contoh, Suriah saat ini banyak terjadi teror karena ada kelompok intoleran yang ingin mendirikan khilafah di sana. Imbasnya, saat ini Suriah sedang dilanda konflik perang dengan ISIS.

“Kami tidak akan membiarkan keruntuhan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit terulang kembali dan tak membiarkan Indonesia luluh lantah seperti Suriah,” ujarnya.

Pada acara Harlah tersebut, Yaqut turut memotong tumpeng, lalu menyerahkannya kepada KH Said Aqil Siradj. Selain itu juga ada peresmian Ansor Mart, Lembaga Wakaf Ansor dan pemberian pemberian award kepada (Alm) Riyanto, anggota Banser yang meninggal karena ledakan bom Misa Natal di Mojokerto, Jatim, 17 tahun silam.

(yuz/JPG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top