Gawat! Dalam Sepekan 6 Kabupaten di Sulteng Dilanda Bencana Alam – Palu Ekspres
Daerah

Gawat! Dalam Sepekan 6 Kabupaten di Sulteng Dilanda Bencana Alam

Aparat kepolisian bersama warga berusaha memperbaiki lokasi longsor dengan peralatan seadanya. Foto via Sultengterkini.com

PALU EKSPRES, PALU – Bencana alam melanda sebagian wilayah Sulawesi Tengah. Korban nyawa dan materil pun tak bisa dielakkan. Umumnya, bencana yang terjadi berupa banjir disertai tanah longsor.

Dalam catatan Palu Ekspres, setidaknya ada enam daerah kabupaten yang terkena bencana dalam sepekan terakhir. Bencananya cukup beragam, mulai dari gempa bumi hinga banjir bandang.

Berikut enam daerah yang dilanda bencana alam di Sulteng dalam kurun seminggu terakhir:

1. Gempa Bumi Poso

Gempa bumi Poso terjadi pada penghujng bulan Mei lalu, tepatnya pada 29 Mei 2017. Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Palu mengkonfirmasi gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Wuasa, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Senin malam (29/5).

Analisa BMKG yang menunjukan bahwa; gempabumi terjadi pada pukul 22:35:22 WITA dengan kekuatan 6.6 Skala Richter (SR), episenter terletak pada koordinat 1.33 LS dan 120.41 BT pada kedalaman 10 Km.

Dalam bencana ini, tidak ada korban jiwa. Hanya ada beberapa warga di Kecamatan Lore Utara. Sementara sejumlah bangunan rumah warga, gereja dan jembatan dinyatakan rusak.

2. Banjir Morowali Utara

Banjir yang menerjang empat desa di Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, Rabu (31/5), menyebabkan tiga jembatan putus.

Kerugian belum ditaksir, namun dari informasi yang dihimpun, banjir menyebabkan ratusan rumah terendam, puluhan hektar sawah juga tergenang banjir dengan ketinggian sekitar 1,5 meter.

Selain pemukiman, sawah dan hewan ternak, banjir tersebut juga mengakibatkan tiga jembatan di wilayah Kecamatan Mamosalato putus yaitu, Jembatan Sungai Tanasumpu, Jembatan Andolia dan Jembatan Suka Desa Tamballe.

“Tak ada korban jiwa, hanya terdapat korban ternak sapi tujuh ekor yang hanyut terbawa arus banjir,” kata Bupati Morut Aptripel Tumimomor.

Akibat putusnya tiga jembatan itu, akses dari Morut ke Luwuk Kabupaten Banggai putus total.

3. Banjir Bungku Utara

Masih di wilayah Morowali, banjir juga menerjang sejumlah desa di Bungku Utara.

Akibatnya, ratusan rumah warga terendam, ratusan hektar sawah padi rusak, puluhan ternak sapi, ayam hanyut, serta ratusan hektar lahan pertanian warga rusak parah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Sejumlah titik badan jalan nasional poros Pandauke-Baturube juga rusak dan tiga jembatan putus,” ujar  di Baturube, Kamis (1/6).

Akibat banjir ini, akses masyarakat menuju Kabupaten Banggai sempat lumpuh lantaran jembatan darurat di Tanasumpu hanyut tersapu banjir.

4. Banjir Tolitoli

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tolitoli pada Sabtu (3/6) kemarin, selain merendam rumah warga, juga memakan korban jiwa.

Kapolres Tolitoli, AKBP Muhammad Iqbal Alqudusy mengatakan, dua warga Tolitoli yang meninggal dunia akibat banjir itu teridentifikasi bernama Salma (60) warga Anoa dan Rahmi (62) warga Dusun Pilado Tambun.

Selain dua warga meninggal dunia, dua warga lainnya juga dikabarkan masih hilang yakni Mea (43) dan Sastro (41).

Banjir juga menyebabkan sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan antara Kota Palu dan Tolitoli mengalami longsor.

Informasi yang dihimpun, selain longsor, sejumlah titik banjir juga terjadi di Kecamatan Baolan, Lampasio dan Galang.

Di Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, dan Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan sejumlah rumah tenggelam.

Sementara di Desa Dakitan, enam rumah hanyut dan dua rumah roboh. Sebagian korban banjir masih mengungsi di rumah keluarganya dan sebagian lagi dengan tetangga.

Tak hanya itu, Umar, Ketua RT di Dusun Bone II Desa Tinigi mengatakan, jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Galang putus disebabkan terjangan banjir akibat luapan air sungai yang begitu besar.

Akibatnya konstruksi tiang jembatan tidak kuat menahan beban air bah dan akhirnya putus dengan membawa rangka tiang jembatan sejauh 300 meter.

5. Banjir Donggala

Selain di Tolitoli, wilayah tetangganya, warga Kabupaten Donggala juga mengalami banjir bandang dan tanah longsor.

Kapolres Donggala AKBP Arie Ardian Rishadi,mengkonfirmasi banjir di sebagian wilayah Donggala itu disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur mulai pukul 11.00 Wita pada Sabtu (3/6).

Akibatnya, sejumlah desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Sojol dan Damsol direndam banjir.

Untuk Kecamatan Sojol, ada tiga desa yang tergenang banjir bandang yakni Desa Balukang 1 dan Balukang 2, serta Desa Siboang, dengan ketinggian air satu meter.

“PLN padam dan Polsek Sojol juga ikut terendam. Situasi tahanan dalam keadaan aman,” kata orang pertama di Polres Donggala itu.

Sementara desa yang terendam di Kecamatan Damsol terdapat di Desa Rerang dan Lembah Mukti.

Selain merendam rumah penduduk dan sawah, banjir di Donggala itu juga mengakibatkan seorang perempuan warga Dusun Ponju, Desa Balukang I, Sojol meninggal dunia yang teridentifikasi bernama Yaya (40).

6. Banjir Bandang Bunta

Banjir Bandang menerjang Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai. Sedikitnya dua unit mobil hanyut terseret banjir bandang menerjang Desa Huhak dan Lontio, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (4/6).

Selain mobil yang hanyut, tiga warga juga dinyatakan hilang. Ketiganya masih dalam pencarian.

Informasi yang dihimpun, untuk korban hilang yang terseret banjir bandang teridentifikasi bernama Abidin T Kusang, Kepala Sekolah Biga Kecamatan Walea, Kabupaten Tojo Unauna.

Kemudian Amang, bendahara sekolah Biga Kecamatan Walea, Tojo Unauna, dan sopir Travel Mitra Touna yang identitasnya belum diketahui.

Selain tiga warga hilang, dua unit mobil juga ikut terbawa arus banjir bandang masing-masing mobil jenis minibus Mitra Touna dan satu unit mobil angkutan Bunta-Luwuk jenis Toyota Avanza sopir Haliki, warga Desa Toima, Kecamatan Bunta.

Sementara itu, Bupati Banggai Herwin yatim dan Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo yang mendengar musibah itu langsung meninjau lokasi banjir dan berkoordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Bunta untuk segera melakukan upaya pencarian terhadap korban serta membuka akses jalan yang terputus.

(MS/Suteng Terkini/PE)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top