Enam JCH Kloter 7 Sulteng Batal Berangkat, 4 Ditunda – Palu Ekspres
Daerah

Enam JCH Kloter 7 Sulteng Batal Berangkat, 4 Ditunda

HAJI – Jamaah Haji Sulteng, saat akan berangkat menuju Embarkasi Balikpapan. foto IMAM/PE

PALU EKSPRES, PALU – Sebanyak enam orang Jamaah Calon Haji (JCH) Sulteng, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 Embarkasi Balikpapan, tidak dapat diberangkatkan menuju tanah suci. Kelimanya tidak masuk Asrama Haji transit Palu, akibat dibatalkan berangkat dari daerah masing-masing karena dalam kondisi sakit.

Data dari Seksi Informasi Haji Kanwil Kemenag Sulteng, para JCH tersebut masing-masing bernama Yohana Sondah Tangdi asal Kabupaten Parigi Moutong, serta empat orang dari Kabupaten Banggai, atas nama Zainuddin Masulili Abdan, Mas’ud Zainuddin Sariman, Sitti Rahmang Puacalle dan Bidaria Pariki Yoni, dan satu orang dari Kabupaten Morowali Utara atas nama Satia Sunusi Lawandreng.

Juga, terdapat empat orang JCH kloter 7, yang ditunda keberangkatannya menuju Balikpapan. Seyogyanya, JCH Sulteng kloter 7 diberangkatkan menuju Balikpapan pada Minggu 6 Agustus 2017.

Empat JCH yang tertunda tersebut, adalah Hasna Mahmud Latif dan Muhammad Daftar Dahlan (suami Hasna Mahmud Latif) asal Kabupaten Parigi Moutong. Kemudian Muhammad Syauqi Suhaimi dan Wardiyah Nawawi Ahmad (istri Muhammad Syauqi Suhaimi) asal Kabupaten Banggai.

Ketua Tim Kesehatan Haji Sulteng, H. Burhan Tahir menyebutkan, jamaah atas nama Hasna Mahmud Latif dan Muhammad Syauqi Suhaimi, ditunda berangkat ke Balikpapan akibat kadar Hb keduanya masih di bawah standar layak terbang. Sedangkan Muhammad Daftar Dahlan dan Wardiyah Nawawi Ahmad mendampingi istri dan suaminya masing-masing.

“Nyonya Hasna dirawat di Anutapura, Hb-nya masih di bawah 10, kita masih transfusi karena Hb-nya 8,7 belum stabil. Kemudian Muhammad Syauqi, juga dirawat di Anutapura karena Hb-nya 9,4. Kalau melihat kondisinya, Insya Allah kalau ditransfusi dua kantong, bisa naik mungkin hingga 11,” jelas H. Burhan, melalui sambungan telepon, Minggu (6/8).

H. Burhan menambahkan, jika tidak proses transfusi lancar, maka kedua JCH bersama pendampingnya masing-masing, dapat diberangkatkan mengikut kepada kloter 8 yang dijadwalkan berangkat pada 8 Agustus 2017.

“Kemungkinan besok bisa diikutkan berangkat dengan kloter 8,” imbuhnya.
Selain itu, tiga orang JCH kloter 6, yakni Herlina Taneng Kaji (asal Kabupaten Tolitoli), Darmawati Parenreng Supu (Tolitoli, anak dari Herlina Taneng Kaji) dan Haerani Ibrahim Anwar (Morowali), yang sebelumnya ditunda keberangkatannya menuju Balikpapan karena sakit, akhirnya dapat diberangkatkan pada Minggu 6 Agustus 2017 mengikuti kloter 7.

Sebelumnya, lima orang JCH kloter 5 dan 6 juga ditunda keberangkatannya akibat sakit. Kelimanya yakni Munifah Nurhadi Kamadi (kloter 5 asal Kabupaten Morowali), dirawat di RS Undata Palu, didampingi suaminya Sutoto Suyitno Sadat (kloter 5 asal Morowali), kemudian Rugayah Madjuara Vulu (kloter 6 asal Kota Palu), Suhria Lahodding Banrrula (kloter 6 asal Kabupaten Donggala) dan Nikma Mohamad Amin Khatab (kloter 6 asal Kota Palu), ketiganya dirawat di RS Kanujoso Balikpapan.

“Dari kloter 5 ada yang tertahan, atas nama Munifah, dianalisa sebagai penderita penyakit jantung koroner. Jadi dokter ahli jantungnya, meminta waktu untuk merawat hingga tanggal 8 Agustus 2017 di RSU Undata,” ungkapnya.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top