DPRD Donggala Belajar dari Nelayan di Batam – Palu Ekspres
Daerah

DPRD Donggala Belajar dari Nelayan di Batam

TUKAR CINDERA MATA - Sekretaris Dinas Perikanan Kota Batam Alwi dan Ketua DPRD Donggala M Yasin didampingi Sekwan DPRD Donggala Lukman dan Kadis Perikanan Donggala Ali Asegaf bertukar cinderamata di Kantor Dinas Perikanan Batam. Foto TAMSIR/HUMAS

PALU EKSPRES, DONGGALA – DPRD Donggala mengharapkan penghasilan nelayan di Kabupaten Donggala memberikan nilai tambah terhadap kesejahteraan.

Warga nelayan yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidupnya di sektor ini, namun hasilnya belum memberikan hasil optimal.

Makanya baru-baru ini Komisi II DPRD Donggala yang dipimpin Ketua DPRD Donggala Mohamad Yasin, melakukan kunjungan (kunker) kerja ke Batam, Kepulauan Riau.

Kunker dengan agenda mengunjungi Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Batam ini untuk mempelajari sejauh mana manajemen pengelolaan kelompok nelayan atau kelompok usaha bersama (KUB) di Batam.

“Kami memilih kota Batam karena baru-baru ini menerima penghargaan dari Kementerian Kelautan karena keberhasilannya mengembangkan masyarakat nelayan,” kata Ali Asegaf Kadis Perikanan Donggala yang juga ikut dalam rombongan kunker.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam diwakili Sekretarisnya Alwi dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Wan Irham saat menerima rombongan kunker komisi II mengatakan, nelayan Kota Batam memang lagi  melakukan pengembangan usaha nelayan dalam naungan Kelompok usaha bersama (KUB).

“Terimakasih atas kunjugan DPRD Donggala, kami juga memohon maaf kadis perikanan tidak sempat hadir bersama kita. Menyangkut pengembangan nelayan dikota batam kami memberikan inovasi kepada nelayan dalam bentuk bantuan yang sistemnya harus dikembalikan, bukan diberi bantuan langsung habis atau barangnya hilang” sebut Alwi.

Alwi menjelaskan pemberian bantuan nelayan metodenya diubah berdasarkan skala prioritas. Artinya, jika barang yang diberikan dalam bentuk mesin misalnya harus dikembalikan apabila telah menghasilkan.

“jika harga mesin 20 juta per unit, maka kelompok yang diberikan pertama kali harus mengembalikan keanggotaanya atau kelompok lain untuk digunakan, metodenya system multi level marketing,” rincinya panjang lebar.

Dari sistem ini tambahnya Dinas Perikanan sering berhubungan dengan pihak kepolisian dan jaksa karena dianggap “Dinas tukang kredit” kepada nelayan.

“setelah kami jelaskan mereka mengerti, alhamdulilah kelompok nelayan di Batam berjumlah 520 bisa berpenghasilan 70 juta. Mereka mengembangkan sayapnya dengan membuka usaha penjualan alat tangkap ikan dan sejenisnya,’ tutupnya.

(kia/humas DPRD Donggala)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!