Ditemukan di Kebun Dekat Sekolah, Pembunuh Siswi SMA 1 Toboli Diduga Orang Dekat – Palu Ekspres
Daerah

Ditemukan di Kebun Dekat Sekolah, Pembunuh Siswi SMA 1 Toboli Diduga Orang Dekat

Foto Rina (korban hilang) saat di perlihatkan ayahnya.(Foto : ASWADIN/PE).

PALU EKSPRES, PARIGI – Kematian Rina (17), siswi SMA 1 Toboli Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong masih misteri. Polisi tengah menelusuri penyebab kematiannya.

Rina, setelah dinyatakan hilang selama empat hari, ditemukan meninggal dunia. Ia ditemukan di aral perkebunan tak jauh dari sekolahnya siang tadi, Sabtu (18/11).

Informasi yang dihimpun Palu Ekspres dari kerabat dekat korban, Rina diduga dibunuh. Ada sejumlah tanda yang ditemukan di beberapa bagian tubuhnya.

“Kemungkinan besar dibunuh. Karena ada luka seperti lilitan tali di lehernya. Ada juga luka sayatan benda tajam di pahanya,” kata Muhammad Taufan, guru korban, yang juga kerabat dekatnya, Sabtu malam (18/11).

Saat ditanya soal kemungkinan siapa pelakunya. Taufan mengatakan orang dekat di keluarga Rina sendiri.

“Ini masih dugaan ya. Kemungkinan orang dekat. Saya baru pulang dari Polres ini. Belum ada kepastian soal kasusnya. Hasil visum juga belum keluar. Cuma, sejauh ini ipar korban tak bisa dihubungi. Menghilang, sejak korban dinyatakan hilang (Rabu pekan lalu),” jelas Taufan.

Sementara itu, keluarga dekat korban lainnya yang tak mau disebutkan namanya, membenarkan bahwa Rina dibunuh secara sadis. Ia menyebutkan luka di bagian tubuh korban cukup banyak. Ia menyebut luka di bagian leher adalah luka gorokan senjata tajam.

“Hampir putus lehernya. Di bagian paha itu dicincang, bukan hanya disayat. Di perut juga ada luka. Dan dibagian kepala lukanya seperti dibelah,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Palu Ekspres di rumah duka saat acara pemakaman siang tadi pukul 14.00 wita, beredar kabar kaka ipar korban diusir mertuanya dari rumah. Itu terjadi sehari sebelum Rina dinyatakan hilang. Penyebabnya, sang ipar cekcok dengan si mertua karena mau menjual tanah.

Sementara desas-desus yang berkembang di lingkungan rumah Rina, kakak iparnya beberapa kali kepergok hendak melakukan upaya pemerkosaan. Sayangnya, kakak kandung Rina (isteri sang ipar) tak mau buka mulut atas kasus tersebut.

Rina dikatahui sebagai anak keenam dari 11 bersaudara. Saat hari kehilangannya, ia hendak menuju sekolah untuk mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Rabu (15/11) lalu.

 

(MS/Palu Ekspres)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!