Di Pusat Pelatihan Tenun, Desi Anwar Terkagum-kagum dengan Buya Bomba – Palu Ekspres
Ekonomi

Di Pusat Pelatihan Tenun, Desi Anwar Terkagum-kagum dengan Buya Bomba

KUNJUNGAN - Presenter CNN Indonesia Desi Anwar berbincang bersama Syuaib Djafar terkait keberadaan batik Bomba.

PALU EKSPRES, PALU – Pusat Pelatihan Tenun Buya Bomba di Jalan Kedondong, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Rabu, 4 Oktober 2017 kedatangan tamu istimewa. Presenter kondang Desi Anwar yang mengampu program talk show bertajuk Insight with Desi Anwar di CNN Indonesia datang berkunjung.

Di Pusat Tenun ini Desi disambut pengurus Asosiasi Tenun Donggala, Syuaib Djafar dan Imam Basuki, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Moh. Arief Latjuba serta sejumlah pengelola pusat pelatihan itu.

Pusat pelatihan yang berada dalam 1 kompleks dengan Rumah Pintar ini lebih mendapat perhatian serius saat Ketua TP PKK dan juga Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulteng dipimpin Zalzulmida Aladin Djanggola.

Dalam wawancara dengan Syuaib Djafar, Desi dijelaskan soal filosofi dan pelbagai hal di balik buya sabe atau biasa dikenal juga dengan nama buya bomba.

“Buya sabe atau buya bomba punya makna mendalam bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Ini melekat dengan tradisi suku asli di Sulawesi Tengah, yakni Suku Kaili. Sarung bomba hadir dalam busana resmi semua acara keadatan dan umum. Motifnya pun diinspirasi oleh alam lingkungan di mana suku ini berdiam, mulai dari motif bunga, hewan dan lain-lain,” papar mantan Kepala Dinas Pariwisata Sulteng ini.

Sebelumnya Desi juga mencecar Syuaib soal kualitas dan keberlangsungan usaha sarung bomba ini.

“Bagaimana kualitas tenunan ini, bagaimana keberlangsungannya, bagaimana pemasarannya, bagaimana meningkatkan produksi dan meningkatkan sumber daya penenunnya mesti menjadi perhatian kita,” cecar dia.

Sedang Imam Basuki yang juga pengusaha Buya Bomba menceritakan bagaimana upaya menghidupkan penenun tradisional dengan cara membeli produk-produk mereka.
“Perhatian dari Pemerintah berupa pelatihan-pelatihan agar para penenun menjadi lebih bagus design dan produksinya membantu upaya itu,” aku Imam.
Hanya saja, kekurangan bahan baku dan juga jaringan pemasaran yang lebih luas dan serbuan produksi dari luar daerah yang lebih murah menjadi masalah.
Nah, untuk mengatasi itu kepada Desi, Kadis Perindag, Moh. Arif Latjuba menyampaikan bahwa Pemerintah sudah menyiapkan serangkaian program bekerjasama dengan perbankan nasional dan pihak swasta lainnya untuk memberdayakan penenun.

“Kerjasama itu dalam bentuk pelatihan sumber daya dan bantuan permodalan,” sebut Arif.
Menyahuti itu, Imam meminta agar program ini benar-benar terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.
Pada akhir talk show Desi berharap agar tenun Buya Bomba dapat terus lestari. Tentu dengan motif dan corak yang lebih beragam.

(JGB)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top