Di balik Ramainya Kawasan Wisata Waduk Jangari, Banyak Ikan Cantik siap Menghibur – Palu Ekspres
Daerah

Di balik Ramainya Kawasan Wisata Waduk Jangari, Banyak Ikan Cantik siap Menghibur

PALU EKSPRES, CIANJUR – Di balik ramainya kawasan wisata  Waduk Jangari di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, kini mulai bermunculan warung remang-remang. Di warung tersebut terdapat ‘ikan cantik’ penggoda birahi atau wanita penghibur.

Jangari pun saat ini lebih dikenal sebagai objek wisata penggoda birahi. Padahal, di tempat itu banyak pengunjung datang untuk mencicipi ikan nila bakar dan goreng cobek terkenal enak dan lezat di Waduk Jangari.

“Nah, puluhan warung remang-remang itu bukan menjual ikan nila saja. Tapi, menjual ikan cantik alias wanita penghibur setiap masing-masing warung,” kata Yogi (40) salah satu pengunjung warga Cianjur.

Pengakuan dari beberapa pihak menyebutkan, setiap warung sudah disisipi wanita penggoda muda cantik usia belasan. Mayoritas ikan nila cantik usia sekitar 18-20 tahun, tapi kalau usia di atas itu bisa dihitung dengan jari. Harganya sekali kencan dibandrol Rp200 ribu hingga Rp700 ribu, kalau kamar beda lagi harga Rp50 hingga Rp100 ribu.

HN (18) dan, ENK (20) dua wanita penghibur yang masih dikatakan terbilang muda. Sebelumnya bekerja hanya untuk memikat pelanggan. Dirinya bukan asli warga Cianjur, tapi pendatang dari kota lain yang merantau untuk mencari kerja.

Awalnya cuma untuk menarik pelanggan serta hidung belang untuk singgah. Namun, karena kebutuhan ekonomi hingga akhirnya lama kelamaan dirinya mencoba merayu dengan menawarkan miras, serta bernyanyi karaoke. Akhirnya terjerat menawarkan kamar dan jas seks.

“Ya, kalau kamar beda lagi bayar dong kang,” ucapnya seorang pekerja seks Waduk Jangari ini.

Hal berbeda dituturkan, ENK (20) rekannya memaparkan, tarif murah dengan kamar seadanya membuat beberapa hidung belang berdatangan. Terbiasa dengan para tamu hidung belang, bukan hanya remaja saja bahkan pria tua pun banyak datang kamari. Jadi, bila pria ingin perempuan di warung sebelah kami bisa memanggil dengan tarif yang berbeda.

“Kerjanya begini sih enak gak enak, karena setiap malam begadang, mungkin terpaksa dijalani karena melihat faktor kebutuhan ekonomi zaman kian menambah,” tandasnya.

Menanggapi itu, Kabid Data Sistem Informasi DPM-PTSP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh menjelaskan, seluruh tempat hiburan di kawasan Waduk Jangari tidak berizin. Pihaknya sama sekali belum mengetahui, bahkan belum ada data di dinas tentang aktivitas hiburan tersebut. Padahal harusnya tempat hiburan melaporkan karena terkait keramaian.

“Kalau memang demikian, ya perlu adanya pemantauan terhadap tempat wisata yang sering dijadikan tempat hiburan berupa karaoke, live musik, penyedia perempuan malam, miras dan hal lain ajang maksiat,” katanya.

Muzani menambahkan, adanya aktivitas malam yang menyediakan sarana esek-esek tersebut seharusnya tidak diperbolehkan dari pemerintah desa bahkan pihak kecamatan. Seharusnya aktivitas malam terlapor di dinas. Namun, sampai saat ini tidak ada lopran adanya aktivitas hiburan tersebut.

“Bila benar ada dugaan aktivitas transaksi seks seharusnya pemerintah setempat bisa mencegah, apalagi program keagamaan di Cianjur sedang gencarnya terus digeber, jangan sampai menodai hal itu,” timpal Muzani.

(radar cianjur/JPG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!