Debu Pembakaran PLTU Tidak Mengandung Radioaktif – Palu Ekspres
Palu

Debu Pembakaran PLTU Tidak Mengandung Radioaktif

Musliman

PALU, PE – Hasil uji laboratorium debu hasil pembakaran batu bara (Fly Ash) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Kelurahan Mpanau sudah diterima Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palu.

Sebelumnya sampel fly ash itu dikirim oleh DLHK Palu kepada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Indonesia untuk uji laboratorium terkait kandungan zat radio aktif. Uji Lab dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga sekitar PLTU karena diduga telah menyebabkan warga terserang penyakit akibat mengirup fly ash yang beterbangan.

Kepala DLHK Palu, Musliman Dg Malappa menyebutkan, dari hasil uji lab, pihak Batan menyimpulkan fly ash PLTU Mpanau negatif zat radio aktif. Dokumen hasil tersebut kini telah diserahkan kepada pihak akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu.

“Para akademisi ini berkompeten untuk menyusun materi sosialisasi,”kata Musliman, Selasa 8 Februari 2017 di kantornya. Dalam waktu dekat tepatnya 15 Februari mendatang, pihaknya kata Musliman akan menyosialisasikan hasil uji lab itu kepada warga sekitar PLTU.  “Kami melibatkan akademisi karena mereka independent dan kompeten untuk menjelaskan secara detail mengenai hasil uji lab itu,”jelasnya.

Sebelum ke masyarakat, sosialisasi akan diawali dikalangan instansi terkait lingkup Pemkot Palu. Sehingga nantinya, pemahaman lintas instansi seragam mengenai status fly ash tersebut. “Secara bertahap. Setelah itu akan kita sosialisasikan kepada warga sekitar,”ujarnya.

Menurutnya anggapan warga sekitar yang menyebutkan fly ash mengandung radio aktif sebenarnya memang masih lemah. Karena anggapan itu tidak disertai dengan penelitian-penelitian.  “Namun itu kami maklumi. Makanya untuk memperjelas kita lakukan uji sampel,” katanya.

Sementara untuk penanganan fly ash yang beterbangan nantinya akan ada langkah-langkah khusus yang dilakukan secara komprehensif. Begitupun mengenai dampak lainya yang diklaim warga sekitar menyebabkan gangguan kesehatan. “Sudah ada draft Rencana aksi penanganan dampak PLTU yang kita susun bersama. Tinggal kita sosialisasikan,”demikian Musliman.(mdi)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top