Cudi: Islam di Indonesia Jangan Besar Kepala – Palu Ekspres
Daerah

Cudi: Islam di Indonesia Jangan Besar Kepala

DILANTIK - Pengurus GPII Sulteng, Arnold Alohai (tengah) Widya Ponulele (kiri) dan Syukron (kanan) saat dilantik di The Sya Hotel, minggu lalu. foto HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU EKSPRES, PALU – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) merupakan organisasi pemuda yang mampu mewujudkan kemandirian dan ahklak mulia pengurusnya. Pemuda dalam GPII juga memiliki kebersamaan kuat ditengah perkembangan dan situasi generasi muda pada umumnya.

Demikian Asisten Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Sulteng Faisal Mang, usai melantik pengurus GPII Sulteng, Jumat 25 Agustus 2017 di The Sya Hotel Palu. Karena itu Faisal Mang yang mewakili Gubernur Sulteng berharap gerakan pemuda khususnya GPPI menjadi pemersatu bangsa dan dapat menempatkan diri secara baik di tengah masyarakat.

“Kiranya gerakan itu memberi andil positif meningkatkan kreatifitasnya untuk menjadi pemuda yang berkualitas dan beriman,”katanya.

Oleh sebab itu, pengurus menurutnya segera menyesuaikan diri untuk menata organisasi dan memperkuat sumberdayanya. Serta menumbuhkembangkan kerja keras, cerdas dan ikhlas membesarkan GPII. “Bila terdapat dalam dinamika pergerakan pemuda sebuah perbedaan, itu adalah rahmat. Makin banyak perbedaan maka akan semakin banyak rahmat. Tentu dengan saling menghormatinya,” tandasnya.

Ketua Dewan Syuro GPII Sulteng, H Rusdi Mastura menceritakan situasi politik pra dan pasca kemerdekaan saat membawa sambutannya. Menurutnya perjuangan kala itu sangat banyak memberi pelajaran bagi pemuda saat ini.

Dimana Pancasila kata Cudi, sapaan akrabnya merupakan konsensus kala itu dan masih tetap berlaku hingga kini dan nanti. Dia mencontohkan sosok panutan pemuda adalah M Natsir, tokoh pemuda islam yang juga seorang ulama yang punya andil besar dalam mewujudkan NKRI. M Natsir kata Cudi setelah masa kemerdekaan memang sempat bertentangan dengan pemerintah.

Tetapi dia tidak mengurangi kecintaannya pada negerinya Indonesia. Sikap demikian ujar Cudi perlu diteladani pemuda saat ini sebagai generasi penerus perjuangan bangsa. “Jangan kita besar kepala bahwa 85% penduduk Indonesia mayoritas Islam. Sejarah mencatat itu semua dapat hilang. Kita lihat bagaimana sejarah jatuhnya Andalusia,” kata Cudi.

Karena itu sebutnya, GPII harus menguasai ilmu dan mengamalkan islam secara kaffah demi memajukan dan memakmurkan masyarakat Indonesia. “Mari kita dukung pemerintah kita. Mari kita dukung Gubernur kita,”kata Cudi. Oleh sebab itu harap Cudi, momen pelantikan pengurus GPII perlu diisi dengan diskusi dan berpikir untuk bangsa kedepan tanpa memandang siapa.

“Setiap bangsa telah memberi sumbangsih kepada peradaban dunia, maka itu GPII harus sadar dan bisa memberikan sumbangsih kepada peradaban dunia,”pungkasnya. Sekjen GPII Pusat Mohamad Rojak, menyatakan perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa terlepas dari peran organisasi dan pemuda. Karena itu dia mengingatkan seluruh anggota GPII memiliki kebanggaan atas ruang yang diberikan pemerintah untuk bermitra dalam membangun Sulteng “Ini merupakan kesempatan yang perlu kita cermati bersama,”tekannya.

Ketua terpilih GPII Sulteng Arnol Aholai dalam sambutannya berharap pemuda selalu siap tantangan. Karena setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda di tiap zaman. Di tempat yang sama, Ketua GPII Sulteng, Arnold Alohai mengatakan, sebagai langkah awal pihaknya akan membenahi struktur kelembagaan di daerah. Kedepan kata dia, Pemuda harus mengambil peran signifikan dalam masyarakat.

Pemuda sebagai pewaris masa depan, tidak boleh menjadi penonton di tengah problem bangsa yang menanti untuk dipecahkan. ”Dan pemuda khususnya GPII ingin mengambil peran di situ,” katanya.

(kia/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!