Cinta Membuat Pria Ini Terus Tidur Bersama Mayat Isterinya – Palu Ekspres
Internasional

Cinta Membuat Pria Ini Terus Tidur Bersama Mayat Isterinya

PALU EKSPRES, DERBY – Russell Davidson tidak bisa mengatasi kesedihannya setelah ditinggal mati istrinya, Wendy. Kalau saja jasad isteri tercintanya itu bisa bangun dan hidup kembali, mungkin itulah kebahagiaan dunia yang paling besar dalam hidupnya.

Lelaki 50 tahun itu sangat kehilangan Wendy dan memutuskan untuk tetap mempertahankan tubuh Wendy yang sudah kaku di kamar tidur mereka.

Tidak hanya itu, Russell bahkan tidur berdampingan dengan Wendy setiap malam selama enam hari. Wendy meninggal setelah kanker leher rahim yang diidapnya sejak 2006 semakin memburuk tiga tahun belakangan ini.

Bahkan saat itu, dokter memprediksi hidupnya tinggal enam bulan lagi. Namun, Wendy bertahan dan baru meninggal dunia bulan lalu.

Wendy sebenarnya harus menjalani perawatan di RS. Namun, dia memutuskan untuk keluar RS dan ingin berada di rumah bila nanti meninggal dunia.

Russell yang sangat kehilangan pun menolak Wendy dibawa ke rumah duka di RS. Dia tidur bersama Wendy yang sudah terbujur kaku di rumah mereka di Derby, Inggris.

Russell ingin meyakinkan orang lain kalau tetap berada di dekat orang yang dicintai meski mereka sudah mati, bukanlah hal yang menakutkan.

”Wendy meninggal dengan tenang. Tanpa rasa sakit. Dia tidur di lengan Dylan (anak lelaki pasangan ini, Red) bersama Elvis, anjing keluarga, yang juga berbaring di sebelah Wendy,” kenang Russell.
”Kematian sepertinya menjadi topik tabu dalam lingkungan sosial kita. Tidak ada yang ingin berbicara mengenai hal tersebut. Tetapi, saya memutuskan Wendy harus berada di rumah saat dia meninggal dunia.”

Kata Russell, dia tidak ingin Wendy masuk rumah duka atau RS. ”Saya ingin merawatnya di rumah kami, di kamarnya, sehingga saya bisa tidur di kamar yang sama dengannya,” ujar Russell.

Dijelaskan Russell, dengan mayat Wendy yang berada di rumah, dia bisa tetap berbincang dengan mendiang istrinya tersebut.

Tidak hanya dia, teman-temen dan keluarga juga ikut datang dan menyapa Wendy.

Saat Wendy diprediksi hanya bertahan selama enam bulan, pasangan ini memutuskan untuk membeli mobil karavan dan keliling Eropa.

Namun perjalanan mereka usai pada September dan harus pulang karena penyakit Wendy semakin memburuk.

”Hati saya hancur. Saya tidak tahu apakah itu akan sembuh dan saya tidak tahu apakah saya ingin sembuh. Saya menangis lebih sedikit sekarang dan saya yakin saya akan baik-baik saja,” kata Russell.
Wendy akan dimakamkan pada 14 Mei mendatang di pemakaman lokal Kota Derby.

(Fajar/PE)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!