Cerita Ibu Hasna Korban Banjir di Ujuna, Tak Semua Musibah Diratapi – Palu Ekspres
Palu

Cerita Ibu Hasna Korban Banjir di Ujuna, Tak Semua Musibah Diratapi

BANJIR KIRIMAN - Pemandangan semacam ini jamak terlihat saat musim hujan. Luapan air ini akibat banjir kiriman dari Sungai Palu, akibat hujan di bagian hulu sejak 3 juni lalu. FOTO EDI

BENCANA mendatangkan kesusahan, itu hampir pasti. Namun tidak semua kesusahan itu harus diratapi dengan keluh kesah, Dengan rasa gaLau. Ibu Hasna menampilkan cerita kelam musibah  dan mengeksploitasinya menjadi energi  ceria nan menghibur. Berikut ceritanya.

———

Ibu Hasna (39) termasuk salah satu warga yang terdampak banjir kiriman Sungai Palu. Sungai yang membelah, Palu Barat dan Timur memang kerap menghadirkan suasana horor bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai tersebut.

Ibu Hasna yang tinggal bantaran sungai di kelurahan Ujuna, telah lama menjadi langganan banjir kiriman. Karena itu
“tamu” tahunan itu telah dianggapnya sebagai kunjungan tahunan, walau pun dalam setiap ”kunjungannya” tak melulu menghadirkan cerita horor. “Tiap tahun selalu ada banjir. Tapi tidak semuanya parah. Kali ini bukan termasuk yang parah setidaknya jika dibandingkan saat belum ada tanggul pemisah,” kisahnya rinci.

***

Nah pada banjir tahun ini, ia mengaku agak beruntung karena banjir “menyapa” warga di kompleks itu  pada siang hari. Praktis, setiap saat debit air bisa dipantau dengan seksama. Dengan demikian semua perkakas rumah tangga bisa dipindah ke tempat aman, jika air benar-benar akan masuk ke rumah.

Penjual gorengan di Pasar Tua ini, mengaku, saat air keruh akan menyerbu masuk dari semua celah rumah, mereka sudah sangat siap. Semua properti berharga keluarga sudah berpindah di tempat aman. Apa saja yang diselamatkan? Ibu Hasna bilang, banyak yang bisa diselamatkan. Mulai burung suami, album foto hingga koper tempat penyimpanan  beragam pernik berharga. Kok album foto bu? tanya Palu Ekspres.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top