Burung Merpati Picu Perceraian di Purbalingga – Palu Ekspres
Daerah

Burung Merpati Picu Perceraian di Purbalingga

PALU EKSPRES, PURBALINGGA – Usai lebaran, angka kasus perceraian di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengalami peningkatan. Berdasarkan data di Pengadilan Agama Purbalingga, selama Juli tercatat ada 90 kasus perceraian yang masuk.

Panitera Pengganti Kantor Pengadilan Agama Purbalingga Nur Aflah mengatakan, jumlah tersebut naik dibandingkan sebelum lebaran yang hanya sekitar 13 kasus. Menurut Nur Aflah, 90 persen dari kasus perceraian yang masuk dilatarbelakangi faktor ekonomi.

Selain itu, tingginya buruh migran atau pasangan yang bekerja di luar kota turut menjadi alasan. Hal itu menimbulkan keretakan dalam keluarga dan berujung ke Pengadilan Agama. Selain itu, juga disebabkan istri bekerja di pabrik dan suami yang tidak bekerja.

Para suami lebih senang menganggur dengan cara berjudi dalam balapan burung merpati, sehingga sering memicu perselisihan di keluarga yang berakibat pada perceraian.

“Di Purbalingga banyak buruh perempuan, sedangkan laki-lakinya menjadi penerbang. Penerbang disini bukan pilot, namun menjadi penerbang burung merpati. Sehingga istri menjadi jengah yang berakibat pada gugatan perceraian,” tuturnya.

Alasan perceraian tersebut nyatanya menarik perhatian media asing. Dalam artikelnya, BBC memberi judul “Pigeon racing blamed for Indonesian divorces” atau “Penerbang burung merpati disalahkan atas perceraian di Indonesia”.

Melansir dari The Jakarta Post, media asal Inggris tersebut menulis perjudian balapan burung merpati hanya mendatangkan kesulitan finansial.

“Seorang penduduk desa mengatakan suaminya terjadang memberi uang dari hasil kemenangan, namun lebih sering meminta uang untuk membeli rokok,” tulis BBC.

(yuz/jpc/riz/bbc/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!