Buruh Peti Kemas Ngotot Berpegang Keputusan DPRD – Palu Ekspres
Palu

Buruh Peti Kemas Ngotot Berpegang Keputusan DPRD

TERIMA ASPIRASI - Komisi C DPRD Palu kembali memediasi pertemuan komunitas buruh dan sopir kontainer denga pihak Polres Palu, Jumat 6 Oktober 2017. foto HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU – Desakan komunitas buruh dan sopir truck container yang berujung munculnya keputusan DPRD Palu prihal izin masuk kota siang hari langsung ditanggapi Walikota Palu, Hidayat. Hidayat kepada wartawan menegaskan pihaknya bulat menerbitkan keputusan pembatasan waktu truck container masuk kota hanya mulai pukul 24.00 sampai dengan 06.00 pagi.

Menurutnya keputusan itu diambil juga melalui banyak pertimbangan dan atas aspirasi masyarakat untuk mengurai kemacetan. Karenanya Hidayat mengaku tidak akan membatalkan keputusan itu. Sekaitan dengan itu, komunitas buruh dan sopir kembali mendatangi DPRD Palu, Jumat (6/10) untuk bertemu Komisi C.

Ketua Komisi C, Sofian R Aswin sebelumnya telah mengeluarkan keputusan yang mengizinkan operasional container masuk kota siang hari untuk sepekan.

Para buruh mendesak agar DPR, khususnya Komisi C tetap bertahan dengan keputusan untuk operasional siang selama seminggu. Joko, koordinator buruh menyebut, pihaknya juga akan tetap berpegang pada keputusan itu.

“Kami tetap akan menggunakan keputusan itu. Kita tetap operasional selama seminggu,”tegas Joko. Joko meminta agar operasional container untuk sepekan tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian. Keinginan itu kemudian diamini Ketua Komisi C, Sofian R Aswin dan anggotanya Hamsir. Menurut Sofian, SK Walikota Palu itu kebetulan memang hanya sebatas keputusan bukan peraturan.

“Karena belum dalam bentuk Perwali maupun Perda, maka cantolannya di UU nomor 22 tahun 2002 tentang LLAJ,”kata Sofian.

Hamsir juga berpendapat sama. SK itu tidak punya cantolan hukum. Lagian hemat Hamsir,saat ini belu ada urgensi jika truck container masuk siang hari. Menurut dia, pihaknya tetap akan mendukung SK walikota itu. Akan tetapi perlu dievaluasi lagi bersama pihak terkait lainnya.
Karena itu Hamsir juga bersikukuh pada keputusan yang telah dikeluarkan. “Kami akan tetap mencoba membangun komunikasi dengan walikota. Muda mudahan dalam waktu seminggu kedepan ada solusi untuk ini,”jelasnya.

Kabag OPS Polres Palu, AKP Sulardi yang dimintai pendapat dalam forum itu mengungkapkan bahwa, sudah terjadi penumpukan truck container dari arah Pantoloan menuju kawasan kota. Karenanya diapun berpendapat untuk hari Jumat kemarin sebaiknya mengizinkan truck untuk masuk siang kedalam kota. Karena hal tersebut menyebabkan kemacetan lalulintas.

“Tetapi hanya untuk hari ini saja (Jumat-red) bisa dilanjutkan dulu. Karena jika tidak lalulintas akan terhambat,”ujarnya. Menurut Sulardi, pihak Polres dalam hal ini bidang lalulintas bisa segera dikoordinasikan perihal itu. Namun setelah itu, pihaknya, akan kembali mengawal keputusan walikota tersebut.

“Kami dalam hal ini juga bisa mengawal setiap kendaraan. Karena pengawalan itu memang diatur dalam UU LLAJ,”jelasnya. Sebelumnya, Kamis 5 Oktober 2017 ratusan buruh dan sopir kontainer mendesak DPRD Palu mengkaji keputusan itu. Setelah melalui perbincangan panjang, Komisi C DPR Palu memutuskan untuk memberi kelonggaran operasional kontainer masuk selama sepekan pada siang hari.

(mdi/Palu Ekspres)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!