Beredar Surat Berisi Gugatan Ahok, Ada 5 Poin Tuntutan – Palu Ekspres
Nasional

Beredar Surat Berisi Gugatan Ahok, Ada 5 Poin Tuntutan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Penyebab keretakan rumah tangga mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Istri Veronica Tan, kini mulai menemukan titik terang. Sebelumnya, kabar perceraian itu memunculkan banyak spekulasi publik di jagat maya.

Ada yang berpendapat, Ahok berniat memeluk Islam hingga terjadinya perceraian, ada juga yang berpendapat hanya setingan untuk mengamankan dana Pemprov DKI Jakarta yang kini disoroti KPK DKI yang dibentuk Anies Baswedan.

Namun semenjak beberapa terakhir, sebuah foto seorang pria berdarah Tiong Hoa mulai beredar di jagat maya. Pria tersebut, disebut-sebut sebagai orang ketiga yang menjadi penyebab keretakan rumah tangga Ahok dan Veronica.

Yang memperkuat dugaan itu, surat gugatan memaparkan alasan Ahok mengugat cerai istrinya karena kedetakan dengan seseorang yang diistilahkan good friend.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jootje Sampaleng menegaskan bahwa surat alasan gugatan perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan berasa dari pihak Pengadilan.

Jootje mengatakan, dia tidak membenarkan atau menyalahkan isi surat yang beredar, namun dia memastikan pihaknya tak pernah membeberkan kepada umum.

“Bukan, kita engga ada mengedarkan hal-hal begitu. Yang beredar itu bukan dari pengadilan,” kata Jootje saat ditemui di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (10/1).

Dia enggan menjawab soal kabar tersebut. Karena menyangkut kode etik di Pengadilan Jakarta Utara. “Yang beredar itu saya tidak membenarkan namun juga tidak menyalahkan,” pungkas dia.

Berikut isi surat pengajuan cerai Ahok :

Adapun hal-hal yang menjadi alasan diajukannya Gugatan Perceraian dan Hak Asuh Anak sebaga berikut :

1. Bahwa PENGGUGAT dan TERGUGAT adalah suami istri yang sah karena pada tanggal 6 September 1997 PENGGUGAT dan TERGUGAT telah melangsungkan perkawinan secara sah menurut agama Kristen di Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar Jakarta, dimana perkawinan tersebut kemudian dicatatan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta sebagaimana dalam Kutipan Ada Pekawinan No 3279/1/1997 tertanggal 17 Desember 1997 (Bukti P-1).

2. Bahwa dari perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT tersebur telah lahir 3 orang anak yaitu:
a NICHOLAS SEAN, lahir di Jakarta pada tanggal 17 September 1998, sebagaimana tertuang dalam Kutipan Akta Kelahiran No 2353/U/UJ/2001tertanggal 17 Desember 1997 yang diterbitkan oleh Kepala suku Dinas Kependudukan dan Catatan Spl Kotamadya Jakarta Utara (Bukti p-2)

b. NATHANIA BERNIECE ZHONG, lahir di Jakarta pada tanggal 10 Juli 2001, sebagaimana tertuang dalam Kutipan Akta Kelahiran No. 2351MJUU2001 tertangga 30 Juli 2001 yang diterbitkan oleh Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotamadya Jakarta Utara (Bukti P-3).

c. DAUD ALBENNER PURNAMA, lahir di Jakarta pada tanggal 8 Apr 2006. sebagaimana tertuang dalam Kutipan Akta Kelahiran No. 001/IST/2006/2006 tertanggal 29 Juli 2006, yang diterbitkan oleh Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Belitung Timur (Bukti P-4)

3. Bahwa lahirnya ketiga anak dari perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT tersebut merupakan bukti bahwa pada awal mulanya perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT berjalan rukun, harmonis dan bahagia.

4.Bahwa kehidupan perkawinan yang rukun, harmonis dan bahagia tersebut berubah drasss dikarenakan adanya perubahan sikap dan TERGUGAT kepada PENGGUGAT sejak tahun 2010 yaitu sejak TERGUGAT secara terang-terangan tidak peduli lagi dengan permintaan dari PENGGUGAT. Adapun perubahan sikap tersebut adalah ketika anak yang bernama NICHOLAS SEAN sedang sakit PENGGUGAT meminta TERGUGAT tidak pergi, namun pada malam hari TERGUGAT tetap bersikeras dan diam- diam tetap ikut paduan suara di daerah Tamansari yang cukup jauh dari tempat tinggal bersama PENGGUGAT dan TERGUGAT di daerah Pluit. Padahal anak sedang sakit, kenapa tetap pergi?

5. Sejak saat itu, PENGGUGAT merasa ada yang tdak beres dalam perkawinan PENGGUGAT dan TERGUGAT dan kemungkinan besar ada phak ketiga. Namun karena PENGGUGAT belum mempunyai bukti apapun, sehingga PENGGUGAT hanya menegur TERGUGAT saja dan setiap kali PENGGUGAT menanyakan hal tersebut, TERGUGAT selalu beralasan kegiatan gereja, untuk menutupi hubungannya dengan pihak ketiga.

(eve/yes/JPC/dl/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!