Bercintalah Secara Teratur, Ini Keuntungan – Palu Ekspres
Kesehatan

Bercintalah Secara Teratur, Ini Keuntungan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Bercinta memberikan kesenangan tersendiri bagi setiap pasangan. Bercinta dengan waktu yang lebih teratur memberikan banyak manfaat bagi keharmonisan pasangan.

Keintiman dan komunikasi di ranjang mampu membuat ikatan antara pasangan semakin kuat. Ada sebuah penelitian, frekuensi bercinta yang lebih teratur juga dapat meningkatkan fungsi otak.

Dilansir Boldsky, Kamis (23/6), para periset menjelaskan pasangan yang terlibat dalam aktivitas seksual lebih teratur mendapat nilai lebih tinggi pada tes yang mengukur kemampuan verbal. Tes pada kemampuan visual melihat objek juga menjadi lebih baik.

“Apalagi pada seseorang yang sudah mencapai usia di atas 50 tahun tentu aktivitas seksual harus tetap teratur agar otak tetap distimulasi,” kata Kepala Peneliti dari Universitas Coventry di Inggris, Hayley Wright.

Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Gerontology dengan melibatkan 73 responden berusia antara 50 dan 83 tahun.

Peserta mengisi kuesioner tentang seberapa sering rata-rata mereka melakukan aktivitas seksual selama 12 bulan terakhir. Apakah itu tidak pernah, bulanan atau mingguan, serta menjawab pertanyaan tentang kesehatan dan gaya hidup mereka secara umum.

Responden juga mengikuti tes standar, yang biasanya digunakan untuk mengukur berbagai pola fungsi otak pada orang dewasa yang lebih tua.

Ini termasuk tes kelancaran verbal di mana peserta memiliki waktu 60 detik untuk memberi nama hewan sebanyak mungkin, dan kemudian mengatakan sebanyak mungkin kata-kata yang diawali dengan F yang mereka bisa. Tes tersebut mencerminkan kemampuan kognitif yang lebih tinggi.

Ternyata hasilnya, seseorang yang melakukan aktivitas seksual mingguan mencetak skor paling tinggi, dengan tes kelancaran verbal yang menunjukkan efek terkuat.

Para peneliti dari universitas Coventry dan Oxford mengatakan elemen biologis, seperti dopamine dan oksitosin, dapat memengaruhi hubungan antara aktivitas seksual dan fungsi otak.

“Kami hanya bisa berspekulasi apakah ini didorong oleh unsur sosial atau fisik. Namun area yang ingin kami teliti lebih jauh adalah mekanisme biologis dan seksual yang dapat mempengaruhi hal ini,” kata Wright.

(Fajar/PE)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top