Berburu Malam Kemuliaan – Palu Ekspres
Agama

Berburu Malam Kemuliaan

Oleh: Akhir Lamantu, A.Md
(Ketua Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Kota Palu)

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Qadr: 1-5. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Dalam tulisannya yang dimuat Majalah Tabligh yang diterbitkan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dudung Abdul Rohman, memaparkan bahwa para ahli tafsir sekurangnya menghimpun empat makna al-qadr. Pertama, artinya penetapan. Dalam arti malam penetapan Allah atas perjalanan hidup mahluk selama setahun, seperti penetapan rezki, jodoh, dan umur.

Kedua, Alqadr artinya pengaturan, maksudnya pada malam itu, Allah SWT mengatur strategi bagi Nabi Muhammad SAW, untuk mengajak manusia pada agama yang benar, demi menyelamatkan mereka dari kesesatan. Ketiga, alqadr artinya kemuliaan. Malam tersebut menjadi lebih mulia, karena kemuliaan Alquran.

Atau bisa diartikan, ibadah yang dilakukan pada malam itu, mempunyai nilai tambah kemuliaan dan ganjaran tersendiri. Berbeda dengan malam-malam pada umumnya. Keempat, alqadr berarti sempit. Karena begitu banyak malaikat yang turun ke bumi, sehingga bumi terasa sempit, karena penuh sesak oleh rombongan malaikat (Aam Amiruddin, 2004:231).
Pengertian-pengertian di atas, menunjukkan betapa mulia dan agungnya malam saat diturunkannya Alquran. Karena itu, dalam ayat yang lain, malam diturunkannya Alquran itu, disebut malam yang penuh keberkahan (lailatin-mubaarakatan).

Allah swt berfirman: “Demi Kitab Alquran yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkan Alquran pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya dengannya kami memberikan peringatan.” (QS. Al-Dukhan: 2-3).

Dengan demikian, Alquran merupakan anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada umat manusia. Seandainya Alquran tidak diturunkan, kehidupan manusia selamanya akan dirundung kegelapan, kesesatan dan kebodohan. Karena itu, misi kenabian Rasulullah SAW, adalah membawa umat manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam yang terang benderang.

Lailatul qadr atau malam penuh kemuliaan, merupakan bukti keagungan Alquran. Karena itu, menurut sebagian para ulama, lailatul qadr mengandung dua pengertian. Pertama, yang bermakna malam turunnya permulaan Alquran, dan ini hanya terjadi satu kali dan tidak akan terulang kembali, yakni ketika Rasulullah saw, menerimanya di Gua Hira.

Makna kedua, lailatul qadr yang turun setiap bulan Ramadan, tapi waktu persisnya tidak dapat dipastikan. Namun menurut informasi yang disampaikan Rasulullah SAW, kemungkinan besarnya, turun pada 10 malam terakhir Ramadan. Olehnya itu, di 10 malam terakhir, beliau menganjurkan untuk memperbanyak ibadah dan i’tikaf.

Ini dimaksudkan untuk berburu dan menyambut lailatul qadr yang kadarnya lebih baik dari seribu bulan. Marilah kita buru dan sambut malam kemuliaan itu, dengan memperbanyak ibadah, membaca Alquran, zikir di waktu malam, terutama di 10 malam terakhir Ramadan. Wallahu a’lam bish shawaab.

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!