Berani-beraninya Nih Kepsek, Palsukan Tanda Tangan Kadis – Palu Ekspres
Daerah

Berani-beraninya Nih Kepsek, Palsukan Tanda Tangan Kadis

Adrudin Nur

PARIMO, PE – Para kepala sekolah (Kepsek) diminta segera menyerahkan laporan pertanggung jawaban (LPj) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2016 karena batas waktu penyerahannya  pada tanggal 17 Maret mendatang.

Apabila melewati waktu yang telah ditentukan,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo akan menyerahkan penuh kewenangan itu kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Adrudin Nur,S.Pd,M.Si, usai membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP tingkat Kabupaten Parimo yang dilaksanakan di gedung SMPN 2 Parigi, akhir pekan kemarin.

Adrudin mengatakan, batas waktu penyerahan LPj dana Bos 2016 pada 17 Maret 2016  dimaksudkan agar tidak terjadi pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Sehingga, perencanaan program yang termuat dalam rencana kerja sekolah tidak menimbulkan temuan dalam penggunaan dana Bos di setiap triwulan.

Selain itu, keterlambatan penyetoran laporan dari pihak sekolah akan berdampak pada penerimaan anggaran baik UP serta alokasi dana lainnya.

Tahun ini katanya, LPj dana  Bos yang diterima Disdikbud tidak lagi seperti tahun- tahun sebelumnya yang pelaporannya dilakukan terpisah.

Adrudin menambahkan, dari total jumlah sekolah di wilayah Kabupaten Parimo untuk  jenjang SD dan SMP, baru sebagian mendapatkan rekomendasi dari Disdikbud.

“Sampai dengan minggu ini, masih ada beberapa sekolah yang belum melengkapi LPj baik triwulan satu  hingga  triwulan empat sesuai dengan data terbaru, sehingga pihaknya masih menunggu laporan yang akan masuk,” ujarnya.

Parahnya kata dia, ada salah seorang Kepsek yang berani memalsukan tandatangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo dengan tujuan agar LPj dana Bos dinilai telah mendapat rekomendasi pihak Disdikbud.

Tentunya perbuatan itu dapat merugikan yang bersangkutan karena bisa masuk dalam ranah hukum.

“Kepsek itu memegang jabatan organisasi guru, sehingga dalam waktu dekat ini saya akan memanggil kepsek tersebut untuk dimintai penjelasan karena hal itu dianggap telah melanggar hukum, ada pula salah seorang staf memalsukan dokumen lainnya sehingga saya berikan sanksi kepadanya dan langsung dipindahkan ke salah satu kantor camat di wilayah utara Parimo,”  tegasnya.

(mg6/Palu Ekspres)

Click to comment
To Top