Bayi Ajaib, Baru Lahir Langsung Ucapkan Assalamu Alaikum – Palu Ekspres
Daerah

Bayi Ajaib, Baru Lahir Langsung Ucapkan Assalamu Alaikum

PALU EKSPRES, ENREKANG — Gadis 18 Tahun warga Dusun Penja, Desa Karueng membuat geger warga setempat beberapa hari kemarin.

Pasalnya, selama masa-masa mengandung, gadis yang bernama Utje Ramadani itu tidak nampak seperti orang yang tengah mengandung. Yang lebih aneh lagi, bayi yang lahir dari rahimnya, langsung mengucapkan salam sebanyak 3 kali.

Kejadian ini kemudian menjadi perbincangan hangat di sosial media.

Saat bayi itu lahir, langsung bilang ‘Assalamualaikum’ tiga kali. Pada saat proses melahirkan juga tidak ada darahnya,” beber salah seorang penduduk, yang diutarakan lewat sosial media.

Menanggapi itu, Kepala Puskesmas Enrekang, Sri Siswati Zainal juga masih menimbang-nimbang kejadian aneh tersebut. Menurutnya, hal ini seharusnya dibuktikan secara medis untuk ditelusuri kebenarannya.

Dilansir Fajaronline (Jawapos Grup), Pihak Puskesmas sendiri telah menurunkan tim kesehatan untuk memeriksa kondisi ibu sang bayi pasca melahirkan.

Warga masih terus mendatangai rumah Utje Ramadani di Dusun Penja, Desa Karueng

Personelnya melaporkan, kondisi anak perempuan itu terlihat dalam keadaan normal. Ia pun berani menggaransi jika anak itu melahirkan dalam keadaan seperti wanita umumnya yang melalui proses pembuahan.

“Anggota saya sudah periksa dan memang jelas ada pembuahan sebelumnya. Gejala-gejalanya kelihatan sebagaimana ibu-ibu melahirkan. Ada darahnya juga saat melahirkan,” beber Sri.

Meski sempat dilarang memeriksa bagian-bagian tubuhnya, namun tim kesehatan dari Puskesmas Enrekang ngotot menjalankan prosedur medis itu. Mereka hanya sebentar melakukan kontak fisik dengan sang ibu dan anaknya.

Garis putih atau stretch mark juga jelas masih ditemukan setelah si ibu melahirkan anak “ajaib”nya. Hal itu menunjukkan bahwa sebelumnya UR telah hamil meski tanpa disadarinya. Proses kelahiran pun berlangsung sangat normal dengan tanda-tanda bukan pada kelahiran dini.

Untuk lebih memastikan ada pembuahan atau tidak sebelumnya, ia sendiri menyarankan agar dilakukan proses visum. Hanya saja, hal itu tak bisa dijalankan jika tidak melalui kewenangan kepolisian dan bekerja sama dengan pihak kesehatan.

“Kita permintaan pribadi (untuk visum) tidak bisa, karena itu permintaan keluarga dan pribadi. Kecuali, pihak kepolisian mau cari tahu dan cari betul itu, maka bisa menyurat ke kami untuk bekerja sama,” ujar Sri.

(FO/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!