Banyak Intel Disebar Jelang Ramadan, Misinya… – Palu Ekspres
Daerah

Banyak Intel Disebar Jelang Ramadan, Misinya…

PALU EKSPRES, BALIKPAPAN – Jajaran Polres Balikpapan akan menurunkan tim intelijen ke pasar tradisional. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan sembako menjelang Ramadan.

Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu D Suharto mengatakan, pemantauan itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi terjadinya tindak pidana di bidang perdagangan bahan pangan.

“Seperti diketahui jelang Ramadan dan Lebaran akan muncul inflasi yang cukup tinggi akibat banyaknya permintaan barang. Hal ini kemungkinan akan dimanfaatkan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. Mengeruk keuntungan sebanyak mungkin dengan melakukan praktik yang akan merugikan konsumen. Karena itu kami turunkan intel,” terangnya, Minggu (14/5).

Selain personel Polres, Suharto menyebut Dinas Perdagangan juga turut bergabung. Kedua lembaga ini secara berkala memantau kewajaran harga sembako di pasar. Menurutnya, Balikpapan rawan terhadap lonjakan harga lantaran selama ini pasokan bahan pangan banyak didatangkan dari luar daerah. Seperti dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Pintu masuk pelabuhan juga ikut diawasi. Jika ditemukan indikasi adanya penimbunan, maka akan diselidiki bekerja sama dengan instansi terkait. “Kami akan selidiki dan apabila ditemukan pelanggaran pidana, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Faktor utamanya ada di harga. Kalau memang dari sisi pasokan kurang, memang harga bisa melonjak. Tetapi kalau pasokan sebenarnya ada tetapi di pasaran langka atau harganya melonjak tidak wajar, maka ada indikasi,” ujarnya.

Dua pekan jelang Ramadan, Suharto menyebut belum ada temuan atau indikasi penimbunan maupun permainan kartel. Berkaca pada tahun lalu, ucap dia, Balikpapan sebenarnya aman dari praktik ilegal ini. Meski sebelumnya ditemukan indikasi adanya praktik kartel cabai saat harganya melambung Rp 100 ribu per kilogram.

“Belum ada temukan indikasi itu (kartel) di Balikpapan. Sekali lagi Balikpapan yang bergantung pada pasokan bahan pangan dari daerah lain memang rentan terhadap lonjakan harga. Bisa akibat cuaca buruk, gagal panen di daerah asal atau kendala selama proses pengirimannya,” tutup Suharto.

(Fajar/PE)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top