Baju Baru Mahal, Cakar pun Jadi – Laman 2 – Palu Ekspres
Palu

Baju Baru Mahal, Cakar pun Jadi

Asran, pria 25 tahun punya prinsip unik soal baju baru lebaran. Menurutnya, baju baru bukan saja karena baju itu baru saja dibeli dari toko dengan bau wangi. Baju baru juga bisa diartikan ketika baju itu baru pertama kali dikenakan.

“Meskipun bekas, kalau orang lihat baru kita pakai, pasti kesannya baju baru juga,” kata pria yang mengaku masih lajang itu. Di sudut lain, mendapati sekelompok ibu-ibu yang masih mengeluhkan harga jual cakar tersebut.

Itu lantaran mereka masih harus menyesuaikan isi dompet dengan kebutuhan dasar lainnya. “Adoh sudah tidak beli ikan kita ini kalau begini,”ujar si ibu sambil cekikikan.

”Pokoknya kalo baju baru mahal, beginian juga bisa,” seloroh seorang perempuan di sebelahnya.

Mengamati konsumen yang datang, sulit rasanya menyimpulkan para pembeli mayoritas dari kalangan dengan kehidupan ekonomi yang megap-megap. Setelah diamati bahkan ada pembeli yang bertransaksi hingga jutaan rupiah.

Di Palu, jumlah pedagang cakar antara 30 – 40 pedagang. Mereka ini pindah-pindah. Menyesuaikan dengan momen pasar di setiap daerah. Pada Hari Minggu merela menyasar wilayah Sigi tepatnya Pasar Biromaru. Demikian seterusnya selama tujuh kali dalam seminggu.

2 of 2Next

Click to comment

BERITA POPULER

To Top