Baju Baru Mahal, Cakar pun Jadi – Palu Ekspres
Palu

Baju Baru Mahal, Cakar pun Jadi

 

Di saat ekonomi sedang susah dan daya beli menurun, pakaian bekas bisa menjadi alternatif.

HAMDI ANWAR – Kelurahan Lasoani

JELANG lebaran tak hanya Pasar Lentora dan tokoh pakaian yang diserbu warga. Pasar pakaian bekas atau familiar disebut cakar menjadi pilihan yang layak dipilih.

Cakar adalah pakaian bekas dengan kualitas impor memang sudah lama digandrungi tidak saja di desa tapi juga masyarakat kota. Terlebih, di tengah kemampuan daya beli yang sedang turun, transaksi di pasar pakaian bekas semakin ramai.

Harganya yang miring dengan kualitasnya yang bagus-bagus menjadikan konsumen cakar tak pernah menyusut bahkan makin meningkat.

Asal ulet memilih dan sedang nasib bagus, pembeli akan mendapatkan barang bagus. Kadang ada merk dari brand ternama. Satu lagi, keuntungannya, jarang sekali pakaian cakar dengan model yang sama.

Semua jenisnya limited edition membuat pemakainya bangga. Menjelang 1438 hijriah tahun ini, pasar-pasar cakar di Palu bahkan mampu menjaring pembeli. Tak kalah ramai dengan retail moderen, dua pusat pedagang cakar di Palu, di Pasar Masomba Kelurahan Tatura Utara dan Pasar Lasoani Kelurahan Lasoani, jumlah pembeli terus menanjak setiap hari.

Adapula yang di Jalan I Gusti Ngurah Rai dan jalan Trans Sulawesi Kelurahan Tondo. Di dua tempat ini, jumlah pengunjung pun tak kalah ramai.

Jika sedang bongkaran (ada stok baru) orang rela berhimpitan demi mendapatkan baju yang cocok. Selembar celana bermerk dijual hanya Rp50 ribu. Itupun hanya ketika barangnya baru dibongkar dari dalam karung.

Lewat sehari celana itu tinggal dihargai Rp35 ribu per lembar. Bahkan harganya jatuh hingga Rp100 ribu pertiga picis.

Bandingkan dengan celana yang dipajang di rak toko medern, harganya Rp300 ribuan. ”Asalkan kita rajin bapilih-pilih pasti dapat yang bagus,” kata seorang ibu yang terlihat sibuk memilih celana panjang usia remaja tanggung.

Untuk mengejar kualitas dan merk, pembeli biasanya memilih pakaian dari karung yang baru dibongkar. Karena itu banyak pembeli yang rela berlama-lama hanya untuk menunggu bongkaran baru.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top