Bahaya! 218,2 Juta Penduduk Tinggal di Daerah Rawan Bencana – Palu Ekspres
Nasional

Bahaya! 218,2 Juta Penduduk Tinggal di Daerah Rawan Bencana

DIKLAT - Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Mulyono mengalungkan tanda peserta Diklat dasar managemen penanggulangan bencana, Selasa 24 Oktober 2017 di Palu. IST

PALU EKSPRES, PALU – Berbagai ancaman bencana yang disebakan faktor alam maupun nonalam masih terus mengintai Indonesia. Dari tahun ketahun jumlahnya bahkan cendrung mengalami peningkatan.

Tahun 2003 tercatat 468 kejadian, tahun 2016 naik menjadi 1.835 kejadian. 97persen kejadian itu merupakan bencana hidrometeorologi. Sebanyak 218,2 juta rakyat tinggal di daerah rawan bencana. Di Indonesia potensi bencana dimulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor serta kebakaran hutan dan lahan.

Di masa mendatang, ancaman bencana akan semakin meningkat disebabkan perubahan iklim global, penurunan kualitas lingkungan, kondisi geografis, kemiskinan. Rendahnya tingkat kesiapan masyarakat, pendidikan rendah, urbanisasi dan pertumbuhan penduduk.

Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Mulyono, mewakili Gubernur Sulteng memebebrkan persoalan itu dihadapan 53 aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi peserta Diklat dasar managemen penanggulangan bencana tahun 2017 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulteng, Selasa (24/10).

Berkaitan itu, pemerintah kata Mulyono memandang penting peningkatan kapasitas SDM. Agar setiap penanggulangan bencana lebih memahami situasi di tempat masing-masing. OPD diharapkan menjadi kunci bagi keberhasilan penanggulangan bencana di Indonesia.

Pusdiklat PB BNPB menurutnya telah menyusun berbagai kurikulum dan modul pelatihan penanggulangan bencana guna mencapai standar kompetensi yang sama bagi peserta. meski diselenggarakan di daerah berbeda oleh pelatih dan fasilitator yang berbeda pula.

Pelatihan dasar manajemen bencana yang diselenggarakan selama lima hari, merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulang bencana. Ini dikhususkan bagi ASN yang berada di level manajerial di lingkungan Pemprov Sulteng,

“Harapannya mereka memiliki kapasitas yang semakin baik dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan penanggulangan di unit kerja masing-masing,”tutup Mulyono.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!