Bagai Pedang Bermata Dua, Segini Pertambahan Penduduk Sulteng – Palu Ekspres
Daerah

Bagai Pedang Bermata Dua, Segini Pertambahan Penduduk Sulteng

SERAHKAN TROPI - /Asisten Administrasi Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Sulteng, M Arief Latjuba didampingi Walikota Palu Hidayat dan Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat, Sanjoyo memberikan tropi pemenang lomba rangkaian Harganas, Senin 10 Juli 2017 di Kayu Malue Pajeko Kecamatan Palu Utara Kota Palu. foto HAMDI ANWAR/PE

PALU EKSPRES, PALU – Potensi ledakan penduduk di Sulteng menjadi tantangan bagi pemerintah dan stake holder terkait di masa mendatang. Dalam proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dan Badan Pusat Statistik (BPS) ,jumlah penduduk Sulteng saat ini sebanyak 2.968.980 jiwa.

Dalam lima tahun terakhir sejak 2010, jumlah penduduk Sulteng dilaporkan bertambah sebanyak 323.000 jiwa. Artinya trend penambahan jumlah penduduk di Sulteng dalam setahun mencapai kurang lebih 47ribu jiwa.

Demikian Asisten Administrasi Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Sulteng, M Arif Latjuba membacakan sambutan Gubernur Sulteng dalam peringatan hari keluarga nasional (Harganas) ke XXIV yang dirangkai pencanangan kesatuan gerak PKK-Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) -Kesehatan tingkat Sulteng, Senin 10 Juli 2017 di lapangan Desa Kayu Malue Pajeko Kecamatan Palu Utara Kota Palu.

Bagi pemerintah, pertumbuhan penduduk ini membawa sejumlah konsekuensi. Pemerintah menurutnya harus mampu menyiapkan sarana dan prasarana terkait kebutuhan dasar penduduk. Seperti pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan dan lapangan pekerjaan.

Tantangan lain yang tak kalah penting adalah upaya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Berbagai langkah dan upaya telah dilakukan. Namun itu tidak akan berhasil jika hanya dilakukan sendiri pemerintah provinsi,”kata Arif. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak. Utamanya pemerintah kabupaten-kota berikut jajarannya. Termasuk elemen masyarakat agar permasalahan itu bisa diantisipasi bersama.

Sulteng terangnya pada tahun 2020-2025 juga diperkirakan memasuki bonus demografi (jendela peluang). Era bonus demografi diperkirakan jumlah usia produktif antara 15 sampai 64 tahun lebih besar dari usia non produkti yakni 0-14 dan 64 tahun keatas.

“Jumlah usia angkatan kerja kita di era itu mencapai 60persen. Sisanya 40persen terhitung usia non produktif,”jelasnya.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top