Anita-Vera Modis Minimalis, Kasman Muncul dengan Keris di Pinggang – Palu Ekspres
Daerah

Anita-Vera Modis Minimalis, Kasman Muncul dengan Keris di Pinggang

NOMOR URUT - Tiga kandidat befoto bersama pada pleno pencabutan nomor urut di Donggala, Selasa 13 Februari 2018. FOTO KIA/OE

PALU EKSPRES, DONGGALA – Suasana Hall Oasis tempat penyelenggaraan pleno terbuka KPU Donggala dengan agenda tunggal, penentuan nomor pasangan calon Bupati Donggala berlangsung, lancar, cair dan akrab. Tidak terlihat suasana kubu-kubuan yang menggambarkan kerasnya rivalitas antarpendukung.

Rapat pleno agak molor hingga pukul 11.00 wita dari pukul 09-00 yang tercantum dalam undangan. KPU akhrinya memulai pleno tanpa kehadiran pasangan Kasman – Yasin yang datang hampir 20 menit kemudian. Keduanya datang belakangan, dengan pengawalan tokoh adat yang lengkap serta para tokoh partai pendukung.

Kasman-Yasin muncul dari pintu utama Hall Oasis dengan balutan busana adat lengkap bermotif hitam garis kuning mengilap sempat memecah konsentrasi para undangan. Saat itu undangan sedang mengikuti penjelasan Ketua KPU Donggala Mohamad Saleh tentang tata cara tata cara pencabutan nomor urut.

Pasangan Anita Nurdin – Abdurahman (Arahman) datang setengah jam sebelum acara dimulai. Pasangan ini menunggu cukup lama, sebelum akhirnya Vera Laruni dan pasangannya Taufik Burhan (Vegata) datang dan mengambil posisi duduk di kursi yang sudah disiapkan.

Selain Kasman yang tampil dengan pernik adat yang kental, Anita dan Vera tampil elegan dengan pilihan batik bomba yang minimalis. Kedua srikandi menampilkan sosoknya sebagai tokoh perempuan berkelas, santun, keibuan seolah memperlihatkan kesiapannya sebagai kandidat yang pantas memimpin Donggala.

Selain busana yang minimalis, Anita dan Vera tampil dengan sapuan make up yang standar. Dasar, wajah keduanya sudah cantik, tanpa bantuan make up berlebih pun, tetap mampu memancarkan pesona kecantikan di ruangan yang dihadiri sekira 200-an orang itu. Vera mengenakan busana model jas kuning kunyit bermotif batik bomba serta rambut sebahu yang dibiarkan menggantung rapi membuat petahana ini terus memancarkan pesonanya.

Di bagian lain, dr Anita Nurdin dengan jilbab merah hati dan busana model jas batik bomba, membuat mantan Ketua PDGI Sulteng itu, terlihat semakin anggun dan keibuan. Sedangkan penampilan pasangan masing-masing, Taufik Burhan dan Abdurahman, terlihat berusaha mengimbangi dengan pilihan busana yang pas dan serasi pula.

Sedangkan pasangan Sakaya, yang dikenal kental dengan pernik adat ini, tampil dengan siga kuning, busana hitam dipadu corak kuning dan sebilah keris terselip dipinggang. Keris yang panjangnya sekira 30 cm, memang menyita perhatian – seolah menegaskan pasangan ini siap menerabas rintangan politik di depannya.

Beberapa pengunjung mengaku tergidik melihat keris terselip di pinggang sang petahana. ”Itu keris betulan atau imitasi. Saya agak ngeri-ngeri lihatnya,” ujar salah satu perempuan.
Prosesi pencabutan nomor urut yang berlangsung sekira dua jam itu, berlangsung lancar.
Semua pendukung kandidat, tampak akrab. Bersalaman, cipika cipiki sambil diselingi adegan swafoto. Di barisan para kandidat juga terlihat suasana tak kalah cair. Kasman Lassa dan Vera Elena Laruni yang pada Pilkada sebelumnya berpasangan dan kerap diisukan punya relasi yang kurang harmonis selama memimpin Donggala, terlihat sangat akrab.

Sesekali keduanya tampak berbisik lalu tertawa kecil seolah keduanya sedang tidak terlibat dalam rivalitas yang dahsyat. Saat maju di dekat meja KPU, keduanya juga tak hanya mengumbar senyum semringah. Secara bergantian saling mengulurkan tangan – jabat salam. Sedangkan Anita Nurdin ia tampak cair sekalipun sedang berada di dekat pendukung kandidat lainnya.

Ia bahkan terpantau, beberapa kali berbicara dengan tim sukses dari kandidat lain. Pemandangan yang mengesankan, rivalitas politik tak mesti harus memutus hubungan kekerabatan. Seperti yang pernah dikemukakannya kepada Palu Ekspres beberapa waktu lalu, kompetisi politik itu jangan dilihat sebagai persaingan antarpendukung atau persaingan pribadi para kandidat.

Tetapi lebih pada kompetisi ide atau persaingan gagasan tentang bagaimana membawa daerah Kabupaten Donggala mencapai kemajuannya. karena itu kata dia, berkomunikasi dengan tim dari kandidat lain, baginya adalah hal biasa seperti halnya berinteraksi dengan timnya sendiri. Tim dari Sakaya juga mengatakan hal yang sama.

Politisi Gerindra, Lucyana Tambing, mengatakan, baginya kemenangan yang dicapai pasangannya, tidak boleh mencederai semangat persaudaraan di Kabupaten Donggala yang selama ini sudah tertata dengan baik. Walau suasana berlangsung cair, namun KPU dan Polres Donggala tidak mau mengambil risiko.

Saat hendak keluar gedung, kandidat dengan nomor urut 1, Anita – Rahman dipersilakan keluar terlebih dahulu. Disusul nomor urut dua, pasangan Sakaya serta giliran terakhir pasangan nomor urut tiga, Vegata. Hal ini sengaja dilakukan agar tidak terjadi desak-desakan antar pendukung, mengingat halaman parkir yang sempit dan akses ke jalan raya yang relatif dekat dengan pintu utama.

(kia/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!