Ada-ada Saja, Kehabisan Duit di Bali, 2 Bule asal Ukraina Ini Pilih Bunuh Diri – Palu Ekspres
Daerah

Ada-ada Saja, Kehabisan Duit di Bali, 2 Bule asal Ukraina Ini Pilih Bunuh Diri

PALU EKSPRES, BULELENG – Ada saja tingka bule yang datang berwisata ke Bali. Hanya karena beralasan kehabisan uang saku usai berada di Bali, dua bule asal Ukraina ini nekad melakukan bunuh diri dengan cara berjalan menuju laut, hingga mereka tewas tenggelam. Namun seorang lagi, masih tetap hidup. Perisitiwa itu terjadi di kawasan laut, tak jauh dari Pantai Tanjung Alam, Banjar Dinas Enjung Sanghyang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.

Polisi menduga wisatawan ukraina itu melakukan aksi bunuh diri di tengah laut. Hanya saja polisi masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali menyebutkan, ada dua orang wisman asal Ukraina yang hendak melakukan aksi bunuh diri.

Mereka adalah Sazonava Luydmila Alexandrovna, 53, dan putranya Sazonova Roman Serfeevich. Keduanya sama-sama berasal dari Ukraina, dan mengaku tinggal di wilayah Bravare, Ukraina. Sekitar pukul 16.00, Selasa (4/4) sore, seorang warga setempat yang disebut bernama Koko, asal Banjar Dinas Bunut Panggang, Desa Kaliasem, curiga dengan gerak-gerik keduanya.

Gara-garanya ia melihat kedua warga negara asing ini terus berjalan ke tengah laut dengan kondisi gontai. Belakangan saksi memanggil warga lainnya yang bernama Putu Budiastana, asal Desa Kalibukbuk, yang kebetulan berada di areal pantai.

Mereka berdua langsung menuju tengah laut dan mendekati keduanya menggunakan perahu. Ternyata begitu didekati, seorang wisman sudah meninggal dunia dan ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Ia adalah Sazonova Roman Serfeevich. Mereka pun langsung melapor ke polisi. Korban Sazonova Roman Serfeevich saat ditemukan menggunakan celana pendek warna hitam dan baju kaos berwarna putih.

Pada tubuh korban ditemukan luka pada kaki kanan. Selain itu di lehernya dililit tali warna putih. Pada saku kanan juga ditemukan pisau lipat kecil. Jenazah korban dinaikkan ke atas kano dan dievakuasi ke pantai, dan langsung dibawa ke RSUD Buleleng.

Sementara perempuan yang mengaku sebagai ibunya, Sazonava Luydmila Alexandrovna dalam keadaan selamat. Ia juga mengalami luka gores pada bagian kaki. Luydmila juga dievakuasi ke RSUD Buleleng untuk dimintai keterangan. Begitu sampai di RSUD Buleleng, jenazah korban Roman langsung dilakukan visum.

Hasilnya dokter menemukan dua luka robek pada kaki kanan. Masing-masing sepanjang 2,5 centimeter dan 1,5 centimeter. Hidung dan mulut korban berbusa dan mengeluarkan darah. Selain itu telapak jari tangan dan kaki membiru, sehingga diduga korban meninggal karena kehabisan oksigen.

Kapolsek Banjar Kompol Anak Agung Gede Sena mengungkapkan, polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Untuk sementara polisi menduga bahwa kedua wisatawan ini nekat mencoba bunuh diri dan berusaha membuang tubuh mereka ke tengah laut. Dugaan itu didapat dari keterangan Luydmila. “Ini dugaan sementara ya, bukan kesimpulan akhir. Ini masih kami dalami lagi,” ujar Sena.

Menurut polisi, Luydmila mengaku datang ke Lovina dan tak membawa bekal sepeser pun. Mereka tidak menginap di hotel, namun terpaksa tidur di jalan karena tak membawa bekal. Alasannya barang bawaan mereka hilang di daerah Kuta. Termasuk paspor dan identitas lainnya. Namun keterangan itu cukup janggal, karena keduanya tidak meminta perlindungan kepada Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, pasca kehilangan paspor.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Keterangan- keterangan masih kami gali dan kami kembangkan. Untuk sementara kasusnya akan kami limpahkan ke Satuan Reskrim, karena melibatkan orang asing,” tegas Sena. Saat ini jenazah korban Sazonova Roman Serfeevich masih dititipkan di ruang jenazah RSUD Buleleng.

(eps/rid/JPG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!