Abnaulkhairaat Diminta Tidak Golput – Palu Ekspres
Agama

Abnaulkhairaat Diminta Tidak Golput

PALU, PE – Ketua Utama PB Al-Khairaat Habib Sagaf Al-Djufri meminta seluruh Abnaul Khairaat (warga Al Khairaat) untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota di Sulteng tahun ini. Partisipasi itu menurutnya bisa diberikan dengan cara menggunakan hak pilihnya atau tidak menjadi golongan putih (Golput).

“Memilih merupakan kewajiban masing-masing. Jadi harus siap dalam keadaan apapun dan bagaimanapun juga. Meski dalam kondisi sakit dia juga harus tetap memilih,”kata Habib Sagaf Al-Djufri menyampaikan ceramah pada peringatan wafatnya Sis-Aldjufri (Haul) ke 43 tahun 2015 di Kompleks Al-Khairaat Palu Jalan Sis-Aldjufri.

Menurut Habib, kelompok Golput yang tidak mau menggunakan hak pilihnya tersebut merupakan kelompok orang-orang yang secara langsung sudah meyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Pesan ini secara khusus diserukan kepada seluruh Abnaul Khairaat yang hadir dalam peringatan Haul Guru Tua ke 43 tersebut. Sambung Habib Sagaf, sebab tahun ini setidaknya 7 daerah tingkat kabupaten termasuk provinsi akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.

“Kalau orang-orang Golput ini tidak memilih maka dia melanggar aturan dan berdosa. Jadi saya harap ini semua bisa dipahami abnaul khairaat,”harapnya.

Selain pesan untuk tidak Golput, Habib juga menenkankan agar pendidikan di Kota Palu perlu terus dilakukan upaya pengembangan. Pesan soal pendidikan ini selalu menjadi perhatian utama dari Guru Tua semasa hidupnya.
Umat Islam di Kota Palu katanya perlu terus belajar tanpa henti. Kalau perlu sampai ke liang lahat sekalipun. Sebab dengan begitu, umat islam akan memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan Kota Palu. Baik dari sektor ekonomi maupun pendidikan.

“Dalam satu syairnya, Guru Tua pernah menuliskan bahwa jika dalam sehari beliau tidak mendapat pengetahuan, maka dia tidak menghitung hari itu sebagai satu hari dalam usianya. Jadi pentingnya pendidikan itu memang selalu menjadi penekanan bagi Guru Tua,” sebut Habib mengutip petuah Guru Tua.

Habib dalam kesempatan itu juga mengapresiasi semua dukungan yang diberikan bagi pengembangan yayasan pendidikan Al-Khairaat baik yang datang dari pemerintah maupun pihak lainnya.

Iapun meminta umat islam untuk menjaga kerukunan antara umat beragama. Caranya dengan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama dan sebisa mungkin menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya gesekan di antara umat islam dan non islam. Pesan ini disampaikan khsusus untuk paska peristiwa Tolikara.

Selain itu, Habib Sagaf juga meminta kepada Umat Islam di Kota Palu agar menjaga keharmonisan antar umat islam. Baik sesama Abnaul Khairat atau bukan. Abnaul Khairat atau bukan, semua sama-sama umat islam.

“Kerukunan antar umat islam dan antar umat beragama harus dijaga,”pesannya. Haul Guru Tua ke 43 tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari dalam dan luar Sulawesi Tengah (Sulteng). Pantauan Palu Ekspres di lokasi, tampak sejumlah pejabat dari luar Sulteng seperti Mantan Menteri Sosial RI Periode 2009-2014, Salim Assegaf Al-Djufri, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2009-2014 yang juga Ketua Yayasan Al Khairaat Fadel Muhammad yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Yayasan Al-Khairat dan Gubernur Maluku Utara periode sekarang yang tak lain merupakan murid dari Guru Tua, KH.H. Abdul Gani Kasuba.

Dari Sulteng sendiri tampak, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola berasama wakilnya, Sudarto, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Agama Sulteng, Zulkifli Tahir dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju. (mdi/mg9)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top